Kalaksa BPBD Palangka Raya: Hindari membakar Lahan di Musim Kemarau

  • 31 Jul 2026 23:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kepala Pelaksana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Handrikus Satrya Budi, mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Imbauan tersebut disampaikan mengingat wilayah saat ini telah memasuki musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Handrikus, musim kemarau yang disertai fenomena El Niño menyebabkan kondisi cuaca menjadi lebih kering dibandingkan biasanya. "Kondisi tersebut membuat vegetasi, semak belukar, dan lahan gambut menjadi lebih mudah terbakar sehingga risiko terjadinya karhutla meningkat secara signifikan," katanya, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar bukan hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas akibat tiupan angin dan cuaca yang panas, sehingga sulit dikendalikan.

Handrikus mengatakan kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, mulai dari kabut asap yang mengganggu kesehatan, kerusakan ekosistem, hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan cara-cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam membuka atau membersihkan lahan. Menurutnya, tindakan pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan upaya pemadaman setelah kebakaran terjadi.

Selain tidak membakar lahan, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pelaporan yang cepat akan memudahkan petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

Handrikus berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau berlangsung. Dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta menjaga kewaspadaan bersama, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....