Menkopolkam Tinjau Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Tengah

  • 31 Jul 2026 22:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Dalam agenda kunjungan kerja, Menkopolkam bersama rombongan dijadwalkan meninjau Posko Karhutla Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla yang diperkirakan terjadi pada puncak musim kemarau.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menggelar Rapat Koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Rapat tersebut membahas perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla.

Gubernur Agustiar Sabran mengatakan hujan yang masih turun pada penghujung Juli harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan kesempatan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, hingga koordinasi lintas instansi sebelum memasuki puncak musim kemarau.

"Hujan yang turun saat ini adalah jeda waktu yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk memantapkan kesiapsiagaan Satgas. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan September, bahkan bisa berlanjut hingga November. Untuk itu, Pemprov Kalteng telah resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026," katanya, Kamis, 30 Juli 2026.

Gubernur juga menginstruksikan para bupati dan wali kota agar segera mengambil langkah cepat sesuai tingkat kerawanan di wilayah masing-masing. Pemerintah kabupaten dan kota diminta tidak menunda penetapan Status Siaga Darurat serta segera mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung operasional pemadaman, penyediaan bahan bakar, logistik, dan kebutuhan personel di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, terdapat 107 titik panas di Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.

Meski citra satelit belum menunjukkan adanya sebaran asap, kondisi lahan yang semakin kering membuat tingkat kerawanan karhutla terus meningkat. Turut mendampingi Gubernur dalam penyambutan Menkopolkam, Kepala BNPB RI Suharyanto, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....