Kabut Asap Selimuti Sampit, Sementara Kapuas Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor

  • 31 Jul 2026 21:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Seorang warga Ketapang Kotawaringin Timur, Umai, menyampaikan persoalan yang terjadi daerahnya saat Karhutla di musim Kemarau saat ini, bahwa kabut asap mulai tampak pada pagi hari di kawasan tempat tinggalnya.

"Meski jarak pandang masih relatif aman, asap dinilai mulai mengganggu pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah, termasuk berangkat ke sekolah. Saya berharap, masyarakat dapat menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” katanya saat Program Halo RRI, Rabu 29 Juli 2026.

Selain mengeluhkan dampak kabut asap terhadap kesehatan, warga juga meminta aparat menindak tegas aksi balap liar dan penggunaan knalpot bising yang kerap meresahkan masyarakat di kawasan Taman Kota Sampit.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyusun Rencana Kontingensi Karhutla 2026. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur pentaheliks guna menyatukan kekuatan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandaingan, mengatakan FGD menghadirkan berbagai instansi seperti TNI, Polri, Dinas Kesehatan, rumah sakit, Perkimtan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait penanganan Karhutla. "FGD melakukan pemetaan kekuatan personel, tenaga kesehatan, sarana pendukung, sekaligus menetapkan titik-titik evakuasi dan lokasi pendistribusian logistik di setiap kecamatan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Pangeran juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sejumlah titik api telah terdeteksi di wilayah Kapuas, namun seluruhnya berhasil ditangani dengan cepat. BPBD setempat dengan menginstruksikan para camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di Kecamatan Kapuas Timur, Basarang, Mentangai, dan Kapuas Hulu.

Sementara itu, wilayah Mentangai, Kapuas Murung, dan Dadahup masih menjadi kawasan paling rawan Karhutla. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi dan pemasangan papan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, sembari memastikan seluruh personel tetap siaga menghadapi potensi kebakaran meski di tengah efisiensi anggaran saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....