Atasi Pemadaman Listrik, Bupati Kobar Gelar Rakor Bersama Manajemen PLN
- 31 Jul 2026 04:09 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, mengundang jajaran pimpinan PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun untuk berkoordinasi di ruang rapat bupati, Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut cepat atas banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini.
Bupati Nurhidayah menegaskan bahwa pemerintah daerah berkewajiban memperoleh gambaran utuh mengenai kendala teknis yang dialami pihak PLN. Keterbukaan informasi ini dinilai sangat vital agar masyarakat mendapatkan kepastian serta tidak timbul spekulasi liar di tengah publik.
"Koordinasi siang ini penting kami laksanakan, agar juga masyarakat mengetahui secara menyeluruh kondisi kelistrikan yang sedang kita alami bersama ini," kata Nurhidayah.
Ia menambahkan bahwa transparansi mengenai penyebab gangguan dan tahapan pemulihan harus terus disampaikan secara berkala kepada warga. Sinergi antara pemerintah daerah dan PLN diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat terdampak.
Sementara itu, Manager PT PLN UP3 Pangkalan Bun, Saut Pardumoan, menerangkan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) saat ini sedang mengalami defisit daya. Penurunan kapasitas pasokan energi tersebut dipicu oleh kerusakan teknis pada tiga unit pembangkit utama secara bersamaan.
"Jadi memang kondisi kelistrikan saat ini khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kondisinya defisit, itu disebabkan oleh adanya gangguan dari tiga pembangkit, mau tidak mau kita harus mengatur beban agar sistem kelistrikan khususnya di Kalselteng ini bisa tetap bertahan," kata Saut Pardumoan.
Saut menjelaskan bahwa kebijakan pemadaman bergilir terpaksa diambil demi menjaga keandalan sistem agar tidak mengalami mati listrik secara total (blackout). Pihaknya juga mengimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan daya, khususnya pada masa beban puncak malam hari.
"Kami juga mohon support masyarakat atau para pelanggan untuk sementara waktu agar bisa mengurangi atau meminimalisir pemakaian Listrik, hal ini demi mengurangi beban daya," ujar Saut.
Menurut estimasi manajemen PLN, pemulihan tiga unit pembangkit yang terganggu diproyeksikan selesai sepenuhnya pada pertengahan bulan mendatang. Pasokan energi listrik untuk wilayah Kotawaringin Barat diperkirakan akan kembali pulih secara bertahap mulai minggu kedua Agustus 2026.
"Dari kondisi saat ini defisit, hingga siaga dan menuju cukup, kami perkirakan akan terjadi di minggu kedua bulan Agustus, kami mohon maaf kepada masyarakat, kami tahu kondisi ini tidak nyaman bagi semuanya, kita harapkan kondisi ini bisa segera teratasi dan kembali normal," kata Saut.
Pemkab Kotawaringin Barat berharap koordinasi yang terjalin dapat mendorong akselerasi perbaikan jaringan oleh tim teknis PLN di lapangan. Langkah ini penting guna menjamin kenyamanan warga serta menjaga kelancaran roda perekonomian daerah tetap berjalan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....