Gubernur Kalteng Minta PLN Tuntaskan Masalah Pemadaman Listrik Bergilir

  • 30 Jul 2026 22:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Permasalahan Pemadaman listrik bergilir yang telah terjadi beberapa pekan di Kota Palangka Raya membuat Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran turun tangan. Gubernur Agustiar Sabran melakukan mediasi dengan memanggil jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng memberikan penjelasan terbuka terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Palangka Raya.

Saat konferensi pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 30 Juli 2026, PLN memaparkan peta jalan (roadmap) pemulihan sistem kelistrikan yang menargetkan penghentian pemadaman bergilir pada 5 Agustus 2026. Agustiar menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mengawal proses pemulihan jaringan listrik hingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Menurut Agustiar, keresahan masyarakat akibat terganggunya pasokan listrik menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga diperlukan penjelasan yang terbuka dan transparan dari pihak PLN. “Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami. Ketidaknyamanan masyarakat juga menjadi ketidaknyamanan kami. Karena itu saya memanggil langsung pihak PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat, dengan harapan percepatan pemulihan dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat maupun dunia usaha kembali berjalan tanpa gangguan,” ucapnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Di kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan atas terganggunya pasokan listrik. Ia menjelaskan gangguan sistem interkoneksi Kalimantan dipicu kerusakan pada tiga unit pembangkit utama yang terjadi sejak pekan ketiga Juli 2026.

Menurut Iwan, gangguan pertama terjadi di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan, Gunung Mas, akibat kebocoran pipa boiler pada 22 Juli 2026. Selanjutnya, generator PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan pada 23 Juli, disusul gangguan sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong pada 24 Juli 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan daya ke sistem interkoneksi Kalimantan berkurang sehingga diberlakukan pemadaman bergilir. “Untuk proses pemulihan saat ini telah menunjukkan perkembangan positif. PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 megawatt telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026 atau dua hari lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.

Untuk tambahan pasokan listrik berhasil memangkas durasi pemadaman bergilir dari rata-rata enam jam menjadi sekitar tiga jam per hari. PLN juga menargetkan perbaikan PLTU SKS Listrik Kalimantan selesai pada 5 Agustus 2026 sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan, meski sistem masih berada dalam kondisi siaga karena cadangan daya belum sepenuhnya optimal.

Maka untuk sementara waktu ini, pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh masih menunggu selesainya perbaikan PLTU Asam-Asam yang ditargetkan kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan pada 25 Agustus 2026. PLN memastikan telah mengerahkan seluruh personel dan sumber daya untuk mempercepat perbaikan serta berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi hingga kondisi kelistrikan kembali normal sepenuhnya.

Usai jumpa pers Pemprov dengan PLN UID Kalselteng, Gubernur Kalteng bersama GM PLN Kalselteng menemui masa Gerakan Palangka Raya Gelap untuk berdiskusi dan mediasi terkait persoalan pemadaman listrik yang terjadi namun belum menemukan kesepakatan dan pendemostran akan kembali melakukan demostrasi hingga keinginannya tercapai untuk kepentingan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....