Cegah Abrasi di Desa Keraya, BPBD Kobar Pasang Geobag Penahan Gelombang

  • 24 Jul 2026 00:32 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait dan warga menggelar aksi gotong royong pemasangan geobag di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Rabu, 22 Juli 2026.

Langkah darurat yang berlangsung selama tiga hari (20–22 Juli 2026) ini ditujukan untuk menahan laju abrasi pantai yang mengancam ketahanan ruas jalan kabupaten serta mengganggu aktivitas harian masyarakat pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, menjelaskan bahwa pemasangan geobag merupakan penanganan cepat atas ancaman gelombang tinggi yang mengikis badan jalan utama desa.

"Kerusakan infrastruktur jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik. Oleh karena itu, pemasangan geobag menjadi solusi darurat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga," ujar Samuel saat meninjau lokasi penanganan.

Upaya ini diperkuat dengan bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa ratusan unit geobag untuk tiga desa rawan abrasi di Kecamatan Kumai. Rinciannya meliputi 100 unit untuk Desa Teluk Bogam, 50 unit untuk Desa Keraya, dan 100 unit untuk Desa Sebuai.

Aksi tanggap bencana di Desa Keraya dilaksanakan secara padat karya dengan melibatkan 10 personel BPBD Kobar, 10 personel Dinas PUPR Kobar, perangkat desa, serta puluhan warga setempat. Tim gabungan bahu-membahu mengisi pasir dan menata geobag di titik-titik krusial yang tergerus ombak.

Atas respons cepat pemerintah daerah, Kepala Desa Keraya Jumattollah menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya.

"Kami sangat terbantu, terutama saat musim angin barat daya ketika gelombang laut sering kali meningkat. Dengan adanya geobag ini, kami berharap jalan desa dapat lebih terlindungi dan tidak mudah terkikis oleh air laut sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik," ungkapnya.

Pemasangan geobag ini diproyeksikan menjadi tanggul penahan sementara hingga pembangunan struktur pengaman pantai permanen terealisasi. Pihak BPBD Kobar juga mengimbau warga pesisir agar tetap waspada dan segera melaporkan potensi ancaman bencana melalui saluran siaga darurat resmi BPBD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....