Revitalisasi Sekolah Kalteng Berbasis Data Digital
- 09 Jul 2026 12:05 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya – Melalui aplikasi PENA Kalteng, Pemerintah Provinsi dapat memantau kondisi setiap sekolah secara digital. Data yang tersedia mencakup dokumentasi bangunan, titik koordinat, hingga pembaruan kondisi sekolah secara berkala sehingga proses penentuan prioritas tidak lagi dilakukan berdasarkan perkiraan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan program revitalisasi sekolah di Kalimantan Tengah dilaksanakan berdasarkan usulan yang telah diverifikasi melalui aplikasi PENA Kalteng dan dipadankan dengan data pokok pendidikan (Dapodik). Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan pembangunan sekolah dilakukan secara tepat sasaran.
"Revitalisasi tidak dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan usulan yang diverifikasi. Semua sekolah dapat dipantau secara digital sehingga kondisi bangunan benar-benar terlihat," ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Reza, hingga saat ini sebanyak 72 sekolah di Kalimantan Tengah telah direvitalisasi melalui program pemerintah pusat. Sementara itu, pembangunan dan perbaikan sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Ia menegaskan, pendekatan berbasis data menjadi landasan utama pemerintah dalam menentukan prioritas revitalisasi sekolah. Dengan sistem tersebut, alokasi anggaran diharapkan lebih efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah yang mengalami kerusakan maupun kekurangan sarana dan prasarana.
Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) mempertanyakan penggunaan anggaran revitalisasi sekolah sekitar Rp60 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2025. Aliansi meminta penjelasan mengenai lokasi sekolah penerima bantuan, mekanisme penetapan sasaran, progres pelaksanaan pembangunan, hingga kepastian penyelesaian revitalisasi terhadap 72 sekolah yang telah diresmikan pemerintah.
Selain itu, P3K mendorong agar pembangunan dan revitalisasi sekolah dilakukan secara merata, termasuk menjangkau wilayah pedalaman serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mereka berharap pemerataan pembangunan pendidikan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....