Amankan Tanjung Puting, DLH Kobar Gelar Apel Siaga Karhutla Lintas Sektor

  • 27 Jun 2026 03:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diakselerasi. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla (Dalkarhutla) di area PT Kumai Sentosa, Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, Selasa, 23 Juni 2026.

Kawasan ini merupakan zona krusial karena menjadi penyangga langsung dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Agenda ini sengaja melibatkan berbagai instansi lintas sektor sebagai bentuk penguatan koordinasi, khususnya menjelang musim kemarau yang memicu kerawanan tinggi pada ekosistem lahan gambut.

Kolaborasi skala besar ini diperkuat oleh personel gabungan dari DLH Kabupaten Kotawaringin Barat, BPBD, Basarnas, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, serta Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan. Selain itu, hadir pula jajaran Lanud Iskandar, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta manajemen perusahaan swasta setempat.

Apel siaga tersebut tidak sekadar menjadi sarana pengecekan kesiapan personel dan kelaikan sarana prasarana pemadam, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam memproteksi lahan gambut serta habitat satwa liar endemik di bentang alam Tanjung Puting.

Plt. Sekretaris DLH Kobar, Endro Budi Utomo, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan sinergi komprehensif dari seluruh pihak. Dirinya menekankan bahwa benteng pertahanan kesiapsiagaan harus sudah dibangun kokoh sebelum bencana itu terjadi.

“Melalui koordinasi yang baik antarinstansi, kita dapat mempercepat langkah pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak sampai terjadi,” ujar Endro Budi Utomo.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak destruktif karhutla tidak hanya merusak keanekaragaman hayati, melainkan juga memicu polusi kabut asap yang merugikan kesehatan masyarakat, melumpuhkan aktivitas ekonomi, hingga mengancam sumber penghidupan warga lokal.

Masyarakat setempat pun diimbau untuk berperan aktif menjadi mata dan telinga pencegahan, seperti berkomitmen tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembuangan puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan ke posko terdekat jika mendeteksi kemunculan titik api (hotspot).

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahyani, menegaskan bahwa pengendalian karhutla wajib dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kolaborasi lintas sektor terus kami dorong untuk memperkuat pengendalian karhutla. Kesiapsiagaan sejak dini adalah investasi penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ungkap Syahyani.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan di lapangan, melainkan dari sejauh mana meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tetap hijau dan aman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....