Kenaikan Harga BBM Berdampak Penyerapan Gabah Petani
- 20 Jun 2026 18:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai turut memengaruhi proses penyerapan gabah petani oleh Bulog. Meningkatnya biaya transportasi dan distribusi, menjadi salah satu faktor yang berdampak pada rantai pengadaan gabah dari tingkat petani hingga ke gudang penyimpanan.
Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menyebut kenaikan harga BBM memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk pengadaan dan distribusi hasil pertanian.
Dalam proses penyerapan gabah, biaya operasional yang mencakup transportasi, pengangkutan, hingga distribusi mengalami peningkatan, seiring naiknya harga bahan bakar.
Meski demikian, Bulog tetap berupaya menjalankan program penyerapan gabah petani sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional.
"Pengaruhnya tentunya dari sisi hulunya. Kan bulog ditugaskan penyerapan nih,
melakukan pengadaan ataupun penyerapan gabah beras. Kan sekarang alsintan ya, alat-alat produksi pertanian itu kan menggunakan solar. Solar masih langka, walaupun memang tidak ada kenaikan, tapi akhirnya beralih ke Dexlite yang harganya lebih tinggi," katanya, Kamis 18 Juni 2026.
Erwin Budiana menambahkan, mahalnya harga BBM, berpengaruh terhadap biaya produksi para petani yang tinggi. Akibatnya lagi, harga gabah juga menjadi lebih tinggi.
"Sehingga kami agak sedikit menyerap karena harga gabah lebih tinggi. Padahal kita diberi penugasan itu dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. HPP-nya kan 6.500," ucapnya.
Di sisi lain, petani berharap kenaikan biaya operasional akibat harga BBM, dapat diimbangi dengan harga jual gabah yang tetap menguntungkan. Dengan demikian, hasil panen yang diperoleh masih mampu memberikan keuntungan dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....