Antisipasi El Nino, BPBD Kobar Terjunkan 10 Tim Patroli Terpadu Karhutla
- 22 Jun 2026 01:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperketat pengawasan lapangan menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan koordinasi dan intensifikasi Patroli Terpadu (Patdu) sebagai upaya mitigasi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kobar melalui Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Andhan Santana, menyatakan bahwa agenda Patdu yang telah berjalan sejak Mei 2026 ini terus digencarkan secara kolaboratif bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) serta sukarelawan di berbagai zona merah rawan kebakaran.
“Mengingat kita mulai memasuki periode puncak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, diharapkan kegiatan Patdu ini dapat menjadi langkah yang efektif dalam mengantisipasi terjadinya karhutla,” ujar Andhan Santana, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Andhan Santana, patroli rutin digulirkan setiap pekan untuk memantau titik-titik kritis yang rentan terbakar. Selain pengawasan visual, tim di lapangan juga dibekali tugas memetakan wilayah rawan, mengidentifikasi karakteristik vegetasi lahan, serta mendata sumber air terdekat (embung) yang bisa diakses cepat jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan karhutla.
Di samping aspek teknis, personel di lapangan juga masif melakukan pendekatan humanis berupa sosialisasi regulasi mengenai larangan mutlak membuka lahan dengan cara membakar, serta pentingnya menjaga ekosistem selama kemarau panjang.
Andhan Santana menegaskan bahwa seluruh personel wajib meningkatkan kecepatan koordinasi dan akurasi pelaporan darurat. Hal ini selaras dengan kebijakan ketat pemerintah daerah yang menempatkan penanggulangan karhutla sebagai prioritas utama penanganan bencana di Bumi Marunting Batu Aji.
“Karhutla merupakan salah satu atensi pimpinan daerah. Karena itu, patroli terpadu diharapkan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga sarana penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat,” tambah Andhan Santana.
Agenda Patroli Terpadu skala besar ini dijadwalkan bertumpu hingga September 2026. Sebanyak 10 tim Patdu yang mengombinasikan kekuatan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar dan MPA dikerahkan secara spidometer untuk menyisir wilayah rawan ekologis.
Adapun sebaran wilayah patroli tersebut mencakup Kelurahan Kumai Hilir dan sekitarnya, kawasan Tatas, kawasan Bungur, Desa Keraya, Desa Pasir Panjang, Desa Sungai Bakau, Desa Tanjung Putri, Desa Teluk Bogam, Desa Tanjung Terantang, hingga beberapa kawasan ring satu di dalam Kota Pangkalan Bun. (bpbd kobar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....