Warga Keluhkan Jalan Lingkungan Garuda XI Palangka Raya Belum Diaspal
- 18 Jun 2026 23:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sejumlah warga di kawasan Jalan Garuda, Kota Palangka Raya, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan lingkungan yang dinilai belum terselesaikan secara menyeluruh. Warga Jalan Garuda XI Palangka Raya, Sri, melalui program Halo RRI mengungkapkan masih terdapat ruas jalan di kawasan Garuda XI yang belum beraspal dan belum terkoneksi dengan jalan lainnya, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat sekitar.
Sri mengatakan, meski sebagian besar Jalan Garuda dari arah Jalan Tjilik Riwut hingga kawasan jalan protokol sudah dalam kondisi baik, namun beberapa akses lingkungan khususnya di Garuda XI masih berupa tanah urukan atau agregat kasar. Kondisi ini membuat jalan menjadi sulit dilalui, terutama saat musim hujan karena terdapat genangan air, lubang, dan jalan berlumpur akibat aktivitas kendaraan yang keluar masuk kawasan permukiman.
"Saya perkirakan ada ruas jalan sekitar 50 meter yang seharusnya dapat menjadi akses penghubung menuju Jalan Rajawali 1, namun hingga kini belum tersambung secara maksimal,” ucapnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Warga berharap Pemerintah Kota Palangka Raya, dapat memperhatikan penyelesaian jalan lingkungan yang ada, agar akses masyarakat lebih mudah dan tidak harus memutar jauh. Upaya swadaya berupa penimbunan tanah oleh warga sudah dilakukan, tetapi belum cukup karena kondisi jalan kembali rusak ketika hujan turun.
Semenara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, saat Halo RRI menyampaikan sesuai arahan Wali Kota semua laporan yang masuk ke Pemko dicetak terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti dan untuk yang darurat akan terlebih dahulu dicek dan survei lapangan.
"Untuk kawasan permukiman hal ini menjadi kewenangan penuh dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan),” ujarnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas PUPR dan Disperkimtan sedang terus berupaya memperbaiki jalan-jalan di kawasan permukiman perkotaan. Saat ini, fokus utama penanganan meliputi kawasan padat penduduk, lingkungan berpotensi kumuh, hingga akses jalan yang menghubungkan wilayah strategis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....