Antisipasi Cuaca Panas, DLH Kobar Intensifkan Penyiraman Tanaman Kota
- 06 Jul 2026 02:44 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Menyikapi kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus memperketat pemeliharaan tanaman di kawasan perkotaan. Pada Jumat, 3 Juli 2026, armada petugas DLH kembali dikerahkan untuk melaksanakan penyiraman tanaman secara masif di sejumlah ruas jalan utama di wilayah Kecamatan Arut Selatan.
Agenda penyiraman rutin ini menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Barame dan Jalan Hasanudin di Kelurahan Mendawai, serta Jalan Sutan Syahrir di Kelurahan Sidorejo. Petugas juga menyisir Jalan Iskandar di Kelurahan Madurejo, dilanjutkan ke Jalan Pakunegara, Jalan Natai Arahan, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan dr. Ujang Iskandar (Bundaran Tudung Saji) di Kelurahan Baru, serta Jalan Pangeran Antasari di Kelurahan Raja.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan. Tujuannya adalah untuk menjaga pasokan ketersediaan air bagi vegetasi kota agar tetap tumbuh subur dan mampu menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal sebagai paru-paru kota.
Suhu udara yang relatif tinggi akhir-akhir ini memicu penguapan yang menyebabkan kelembapan tanah di sekitar akar tanaman lebih cepat berkurang. Oleh sebab itu, intervensi penyiraman menjadi krusial untuk membantu vegetasi bertahan hidup dan berkembang, khususnya bagi bibit tanaman yang masih berada dalam masa pertumbuhan awal.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo, menjelaskan bahwa intensitas pergerakan armada penyiraman di lapangan akan selalu disesuaikan dengan kondisi fluktuasi cuaca harian.
"Pada saat kondisi cuaca lebih panas, kelembapan tanah cenderung lebih cepat menurun sehingga kebutuhan air tanaman juga meningkat. Karena itu, petugas melakukan penyiraman secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi tanaman dan cuaca agar pertumbuhannya tetap optimal," jelas Endro Budi Utomo.
Dirinya menambahkan bahwa perawatan berkala merupakan instrumen kunci dalam menjaga keberhasilan program penghijauan kota. Tanaman yang terawat dengan baik secara otomatis akan memberikan multiflyer effect bagi lingkungan, mulai dari menyerap emisi karbon dioksida, memproduksi oksigen, mereduksi polusi debu jalanan, hingga menciptakan lansekap kota yang lebih teduh.
Sementara itu, Kepala DLH Kobar, Syahyani, menegaskan bahwa infrastruktur hijau perkotaan memerlukan komitmen perhatian dan pemeliharaan yang berkelanjutan dari hulu ke hilir.
"Keberadaan ruang terbuka hijau memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga kualitasnya melalui pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, sehingga fungsi ekologis maupun fungsi sosialnya tetap terpelihara," ujar Syahyani.
Di akhir penjelasannya, Syahyani turut mengetuk kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menjaga keasrian tanaman yang telah ditanam di sepanjang jalur hijau maupun fasilitas publik lainnya.
"Tanaman yang tumbuh sehat merupakan hasil dari pemeliharaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Dengan bersama-sama menjaga tanaman dan lingkungan di sekitar kita, manfaat ruang hijau akan semakin dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun kualitas lingkungan hidup," kata Syahyani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....