Karhutla dan Cuaca Ekstrem Berpotensi Menimbulkan Dampak Luas Bagi Masyarakat

  • 11 Jun 2026 21:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya mulai menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB) dan melakukan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 melalui Kick-Off Meeting yang digelar di Hotel Luwansa, Jalan G. Obos, Palangka Raya, Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana sekaligus mendukung pembangunan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan penyusunan KRB dan pengukuran IKD merupakan bagian penting dalam upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Menurutnya, dokumen yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih adaptif terhadap risiko kebencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Zaini menyampaikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menghasilkan kajian yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi daerah.

“Pemerintah Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPBD Kota Palangka Raya beserta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang telah mempersiapkan kegiatan ini sebagai langkah awal yang sangat strategis dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana di daerah,” ujar Zaini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kota Palangka Raya memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan potensi sumber daya alam yang besar. Namun di sisi lain, daerah ini juga menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, hingga kebakaran permukiman yang berpotensi menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

Zaini menambahkan, perubahan iklim global, dinamika penggunaan lahan, pertumbuhan penduduk, serta perkembangan kawasan perkotaan telah meningkatkan kompleksitas risiko bencana yang dihadapi daerah. Karena itu, penyusunan Kajian Risiko Bencana dan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan, program mitigasi, dan peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....