Rumah Warga Kumai Hulu Terendam, TRC BPBD Kobar Sedot Genangan Banjir

  • 09 Jun 2026 00:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bergerak cepat menanggulangi genangan banjir di Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Senin, 8 Juni 2026 . Banjir dipicu oleh guyuran hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.

Petugas menerima informasi awal dari warga RT 17 Kelurahan Kumai Hulu sekitar pukul 16.00 WIB. Merespons laporan tersebut, personel TRC BPBD Kobar langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa sarana dan prasarana pendukung logistik darurat.

“Tim sudah dalam perjalanan menuju lokasi yang dilaporkan. Jika ada perkembangan di lapangan, personel bisa langsung menindaklanjuti karena sudah membawa sarana dan prasarana pendukung,” ujar Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana.

Berdasarkan hasil pemantauan dan kaji cepat (assessment) di lapangan, tim melakukan penanganan taktis di tiga titik krusial, yaitu Jalan H. Moh. Idris RT 17, Jalan Sirajul Huda RT 02, dan Jalan Gerilya RT 05.

Andhan menjelaskan, genangan air yang sampai masuk dan merendam bagian dalam rumah warga terkonsentrasi di wilayah RT 17 dan RT 02. Guna mempercepat pemulihan aktivitas warga, petugas langsung melakukan penyedotan air keluar dari area hunian.

“Untuk penanganan, tim melakukan penyedotan air yang menggenang di dalam rumah warga,” kata Andhan menambahkan.

Operasi kemanusiaan yang berlangsung selama kurang lebih 5 jam ini berjalan lancar berkat sinergi erat bersama perangkat RT setempat serta relawan penanggulangan bencana daerah.

Selain melakukan penyedotan, personel TRC BPBD Kobar memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi mitigasi kebencanaan secara langsung kepada masyarakat di kawasan rawan banjir.

Andhan mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama saat wilayah Kotawaringin Barat mulai memasuki musim dengan intensitas curah hujan tinggi.

“Karena kita tidak pernah tau kapan bencana terjadi, dan seberapa besar dampak yang mungkin terjadi. Jadi diharapkan Masyarakat tetap awas dengan lingkungan sekitar,” pungkas Andhan di akhir laporannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....