Pemkab Pulang Pisau Gelar Sosialisasi dan Petakan Wilayah Rawan Karhutla

  • 04 Jun 2026 00:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pulang Pisau - Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat kabupaten di Aula Bapperida Pulang Pisau, Rabu, 3 Juni 2026. Agenda strategis yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat ini diikuti oleh jajaran perangkat daerah, pemerintah desa, sektor usaha, hingga barisan relawan.

Saat membuka acara, Ahmad Jayadikarta membacakan sambutan tertulis Bupati Pulang Pisau yang memuat peta jalan serta instruksi taktis menghadapi musim kemarau tahun ini. Dalam poin arahan tersebut ditekankan bahwa perencanaan pembangunan di tingkat desa wajib mengadopsi prinsip pengurangan risiko bencana secara konkret.

Integrasi kebijakan tersebut dinilai sangat krusial agar setiap program pembangunan fisik maupun pemberdayaan mampu meminimalisir potensi terjadinya kebakaran lahan dari tingkat tapak. Di sisi lain, keterlibatan aktif kaum akademisi dan tenaga pendidik juga dipandang strategis untuk membangun budaya tanggap bencana lewat program satuan pendidikan aman bencana.

“Artinya, lakukan edukasi terkait mitigasi bencana Karhutla kepada seluruh masyarakat,” ujar Ahmad Jayadikarta saat membacakan sambutan Bupati Pulang Pisau.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk segera membangun sistem peringatan dini terpadu yang berbasis rekomendasi para ahli serta tokoh lintas agama. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pendekatan kearifan lokal dan budaya yang hidup di tengah masyarakat pada masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah juga mendesak dilakukannya penguatan kapasitas personel di lapangan melalui serangkaian latihan taktis yang terukur sebelum memasuki puncak kemarau. Langkah ini penting dilakukan agar kesiapsiagaan mental dan operasional masyarakat benteng terdepan dapat terbangun secara mandiri.

“Petakan wilayah yang berpotensi bencana Karhutla, libatkan berbagai pihak untuk memantapkan kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat, serta lakukan simulasi sebagai bentuk pelatihan dini dalam menghadapi situasi jika terjadi bencana,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari kesepakatan forum, dalam rangkaian acara tersebut turut dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama aksi pencegahan Karhutla antarsektor untuk tahun anggaran 2026. Guna mempertajam materi, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber berkompeten dari unsur Kejaksaan Negeri, Polres Pulang Pisau, Kodim 1011/Kuala Kapuas, BMKG, hingga BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.

Melalui konsolidasi akbar ini, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap dapat menyamakan persepsi dan langkah taktis di lapangan dalam menjaga wilayah dari ancaman kabut asap. Kesatuan komando antara birokrasi, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan bencana tahunan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....