M. Reza Prabowo Ceritakan Perjalanan Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa

  • 28 Mei 2026 23:23 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan perjuangannya meraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Proses tersebut dilaluinya melalui tahapan penilaian ketat hingga presentasi langsung di hadapan pimpinan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Cerita itu disampaikan Reza usai dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah definitif di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng. Ia mengatakan, KPLB yang diperolehnya merupakan bentuk apresiasi atas capaian kinerja dan inovasi selama menjalankan tugas sebagai ASN.

Menurut Reza, proses pengajuan KPLB tidak mudah karena seluruh capaian harus dibuktikan secara rinci. Setiap program dan inovasi yang dijalankan harus disertai data pendukung serta hasil yang terukur.

“Sebagai salah satu Pegawai Negeri Sipil, saya mengusulkan kepada BKN untuk bisa diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa atas prestasi kinerja luar biasa. Itu ditujukan kepada SKP karena kebetulan saya merangkap banyak jabatan dengan capaian yang bagus,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pengajuan tersebut didukung berbagai dokumen penilaian kinerja dalam dua tahun terakhir. Berkas yang dilampirkan antara lain piagam penghargaan, sertifikat, hingga apresiasi dari pimpinan daerah dan instansi kepegawaian.

“Semua berkas itu menjadi bekal kami dalam sidang BKN,” katanya. Reza menyebut seluruh dokumen tersebut menjadi dasar penilaian terhadap kelayakan dirinya memperoleh percepatan kenaikan pangkat.

Dalam sidang tersebut, Reza harus mempresentasikan langsung berbagai inovasi dan program kerja di hadapan Kepala BKN Prof. Zudan, Wakil Kepala BKN, dan sejumlah deputi. Presentasi itu dilakukan untuk membuktikan capaian inovasi yang telah dijalankan selama bertugas.

“Saat sidang, semua hal ditanyakan dan kita melakukan presentasi di hadapan Kepala BKN, Wakil Kepala BKN, serta beberapa deputi,” ujarnya. Ia mengaku seluruh proses berjalan cukup menantang karena setiap inovasi diuji secara detail.

Salah satu momen yang paling diingat Reza adalah ketika ada deputi yang meragukan aplikasi inovasi yang dikembangkannya. Ia menyebut aplikasi tersebut memiliki 12 inovasi dalam waktu satu tahun.

“Ada salah satu deputi yang mengatakan tidak mungkin satu aplikasi memiliki 12 inovasi dan dikerjakan dalam waktu setahun. Namun saya buktikan bahwa saya bisa, karena aplikasinya memang bisa dilihat dan dibagikan,” katanya.

Reza mengatakan hasil dari proses tersebut membuat dirinya memperoleh percepatan kenaikan pangkat lebih cepat dibanding jalur normal ASN. Saat ini, dirinya telah mencapai pangkat Pembina Tingkat I atau IV/b.

“Kenaikan pangkat tersebut pada tahun 2024 dan pangkat saya sekarang IV/b. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk naik pangkat itu empat tahun,” ucapnya.

Tidak hanya sekali, Reza juga mengaku beberapa kali memperoleh percepatan kenaikan pangkat sejak awal kariernya sebagai ASN. Ia menyebut percepatan itu didapat berkat capaian kinerja dan inovasi yang terus dikembangkan.

“Sebelumnya dari III/d ke IV/a saya juga mendapatkan percepatan. Begitu pula saat perpindahan dari III/b ke III/c, yang seharusnya empat tahun bisa diselesaikan hanya dalam satu tahun,” ujarnya.

Reza berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi ASN muda untuk terus berinovasi dan bekerja maksimal. Menurutnya, ASN harus mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan di Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....