Agustiar Sabran Lantik Pengurus DAD dan BATAMAD se-Kalimantan Tengah
- 22 Mei 2026 20:48 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, selaku Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah melantik pengurus DAD dan BATAMAD se-Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 22 Mei 2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi adat dalam menjaga harmoni dan pembangunan daerah.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan DAD Kalteng oleh Sekretaris Umum, Yulindra Dedy. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Mandau dan Peteng Tengang kepada Ketua DAD kabupaten/kota serta prosesi Tampung Tawar oleh basir sebagai simbol penguatan amanah dan tanggung jawab adat.
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi rutin. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan ekonomi di Kalimantan Tengah.
“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar menjaga harmoni agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri,” ujarnya.
Gubernur menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian DAD ke depan. Salah satunya terkait penanganan dan pencegahan konflik agar lembaga adat mampu bersikap proaktif mendeteksi potensi persoalan di tengah masyarakat sebelum berkembang menjadi sengketa yang lebih besar.
Menurutnya, penyelesaian konflik harus tetap mengedepankan dialog dan musyawarah. DAD diharapkan hadir sebagai lembaga yang netral, adil, dan terpercaya dalam menjembatani berbagai persoalan masyarakat adat.
Selain itu, Agustiar juga menyoroti pentingnya penguatan kearifan lokal sebagai bagian dari instrumen hukum, moral, dan pendidikan. Nilai-nilai falsafah Huma Betang dinilai harus terus diwariskan melalui hukum adat, ritual perdamaian, hingga pendidikan budaya kepada generasi muda.
Ia juga mendorong penerapan muatan lokal sehari berbahasa Dayak di sekolah-sekolah sebagai langkah menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Menurutnya, pembangunan ekonomi dan investasi di Kalimantan Tengah harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak adat dan pelestarian budaya lokal.
Fokus lainnya yakni penguatan peran DAD dan BATAMAD sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga harkat masyarakat adat Dayak sekaligus menciptakan keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.
“Dengan prinsip melayani masyarakat adat Dayak, marilah kita menjaga hubungan antar pengurus yang sejuk, demokratis, dan penuh rasa kekeluargaan demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan program kependudukan dan pembangunan keluarga melalui integrasi nilai budaya lokal dan kearifan adat Dayak di Kalimantan Tengah. Turut hadir unsur Forkopimda Kalteng, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Marthin Billa, para bupati dan wali kota se-Kalteng, serta pengurus DAD dan BATAMAD se-Kalimantan Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....