Dislutkan Kalteng Tampilkan Ekonomi Biru di Karnaval Budaya FBIM 2026

  • 18 Mei 2026 20:11 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya berlangsung meriah pada Minggu, 17 Mei 2026. Berbagai instansi, kabupaten dan kota, serta komunitas budaya menampilkan kreativitas dan potensi unggulan daerah masing-masing.

Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam penampilannya, Dislutkan mengangkat tema “Ekonomi Biru: Meningkatkan Harkat Melalui Potensi Perikanan Kalimantan Tengah”.

Atraksi diawali dengan penampilan Jagau dan Nyai yang mengenakan pakaian adat khas Kalimantan Tengah. Penampilan tersebut dipadukan dengan alat tangkap tradisional sebagai simbol pelestarian budaya masyarakat perairan di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, tarian udang menjadi salah satu daya tarik yang mencuri perhatian masyarakat. Tarian tersebut menggambarkan aktivitas nelayan saat mencari udang di perairan Kalimantan Tengah sekaligus mencerminkan semangat kerja keras dan kebersamaan masyarakat pesisir.

Kepala Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam FBIM 2026 merupakan bentuk komitmen memperkenalkan potensi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal masyarakat perairan.

“Melalui Festival Budaya Isen Mulang ini, kami ingin menjelaskan bahwa sektor perikanan di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah. Selain itu, budaya masyarakat perairan juga menjadi identitas yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sri Widanarni menambahkan, partisipasi Dislutkan juga menjadi dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Khususnya dalam mendorong pembangunan berbasis budaya, ketahanan pangan, dan ekonomi biru dengan semangat Huma Betang.

Pada akhir penampilan, Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah menampilkan mobil hias berbentuk miniatur Huma Betang. Selain itu, komoditas unggulan berupa udang vaname turut diperkenalkan sebagai representasi potensi ekonomi sektor perikanan daerah.

Seluruh penampilan dikemas dalam bentuk kapal besar yang melambangkan perjalanan masyarakat Kalimantan Tengah menjaga budaya sekaligus membangun masa depan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Melalui partisipasi di Karnaval Budaya FBIM 2026, Dislutkan berharap potensi sektor kelautan dan perikanan semakin dikenal masyarakat dan mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....