Gubernur dan DPRD Kalteng Temui Langsung Massa Aksi GMAB
- 14 Mei 2026 18:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, turun langsung menemui massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anak Buruh (GMAB) di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam dialog terbuka tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan buruh dan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja di Kalimantan Tengah. Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu diwarnai orasi dan pembentangan spanduk di gerbang utama Kantor Gubernur Kalteng.
Massa menyoroti kondisi ekonomi keluarga buruh yang dinilai semakin berat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
GMAB meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan beasiswa khusus bagi anak-anak buruh, baik yang berprestasi maupun kurang mampu. Selain itu, mereka juga mendesak peningkatan pengawasan terhadap perusahaan yang dinilai masih mengabaikan hak-hak normatif pekerja.
Massa aksi turut meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar lokal. Menurut mereka, kenaikan harga kebutuhan pokok semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan buruh dan pekerja berpenghasilan rendah.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat, terutama terkait pendidikan anak buruh.
“Kami hadir di sini bukan untuk menghalangi aspirasi, tetapi untuk mendengar. Saya pastikan keluhan adik-adik mahasiswa terkait pendidikan anak buruh akan menjadi perhatian dalam evaluasi anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mengatakan pihak legislatif akan mengawal aspirasi tersebut melalui fungsi pengawasan dan rapat dengar pendapat bersama instansi terkait.
“Kami akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan memanggil instansi terkait untuk mengawal aspirasi ini, termasuk mengevaluasi kepatuhan perusahaan terhadap pemberian upah layak dan jaminan sosial,” katanya.
Setelah menyerahkan dokumen tuntutan secara resmi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 14.30 WIB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....