Dorong Ekonomi Kreatif, Bupati Kobar Resmikan Pasar Seni Kiai Gede

  • 11 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID - Palangka Raya - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, meresmikan Pasar Seni Kiai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Senin, 11 Mei 2026. Kawasan yang dulunya merupakan terminal ini kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif dan ruang publik modern di Pangkalan Bun.

Pasar seni ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti delapan unit usaha, kafetaria, Tourist Information Center (TIC), ruang Dekranasda(Dewan Kerajinan Nasional Daerah), hingga ruang pertemuan. Kehadiran pusat kreatif ini bertujuan memperkuat UMKM sekaligus menjadi destinasi wisata baru di wilayah Arut Selatan.

"Pembangunan Pasar Seni Kyai Gede ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif, sekaligus memberikan ruang usaha yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM," ujar Bupati Nurhidayah dalam sambutannya.

Nurhidayah menjelaskan bahwa nama Kiai Gede diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17. Melalui nama ini, diharapkan pasar tersebut menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya lokal.

Kami ingin menjadikan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan, agar lebih hidup dan produktif," Bupati menambahkan.

Selain sebagai tempat transaksi, Pasar Seni Kiai Gede diproyeksikan sebagai pusat aktivitas seniman lokal. Namun, Bupati menekankan agar aspek manajemen pasar dikelola secara profesional untuk memastikan keberlanjutan fasilitas tersebut.

"Kami tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan," ucap Nurhidayah tegas.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan pasar ini melalui digitalisasi sistem pembayaran dan promosi paket wisata daerah. Kepada para pedagang dan masyarakat, Bupati berpesan agar menjaga kualitas produk serta kebersihan fasilitas agar tetap nyaman dikunjungi wisatawan.

Selain itu, pasar seni tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Bupati menekankan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional agar keberadaan pasar seni dapat berkelanjutan dan terus berkembang.

"Terapkan manajemen pasar secara profesional, tertib, dan transparan. Kepada para pedagang, jaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan kepada pengunjung," ia berpesan kepada pengelola.

Sementara kepada masyarakat, Nurhidayah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas pasar seni tersebut agar tetap nyaman dan berkelanjutan. "Pemerintah daerah terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM serta pelaku seni, hingga promosi Pasar Seni Kiai Gede sebagai bagian dari paket wisata daerah di Kabupaten Kobar," Nurhidayah, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....