Wamendikdasmen Apresiasi Komitmen Pemprov Kalteng Majukan Pendidikan

  • 04 Mei 2026 17:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Fajar usai menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah hari ini saya menghadiri puncak Hardiknas di Provinsi Kalimantan Tengah. Ini menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurutnya, berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya pemberian beasiswa bagi pelajar SMA, SMK, dan SKH, merupakan langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

“Kami mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang mendukung pendidikan bermutu, termasuk melalui program beasiswa. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” katanya.

Selain menghadiri peringatan Hardiknas, Wamen juga meninjau sejumlah daerah di Kalimantan Tengah serta meresmikan program revitalisasi sekolah yang telah dilaksanakan pada 2025.

Secara nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada tahun lalu untuk memperbaiki lebih dari 16 ribu sekolah rusak berat dan pembangunan ruang kelas baru. Di Kalimantan Tengah, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SKH telah menerima bantuan revitalisasi.

“Tahun ini kami berharap jumlah penerima manfaat di Kalimantan Tengah dapat meningkat. Kami siap berkolaborasi karena anggaran revitalisasi kemungkinan akan bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp14 triliun pada 2026 untuk rehabilitasi lebih dari 11 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Program tersebut diprioritaskan bagi sekolah rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.

Fajar menegaskan, besarnya dukungan pemerintah pusat akan sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan. “Semakin besar komitmen daerah, tentu dukungan pusat juga akan semakin besar,” katanya.

Ia juga menyoroti capaian positif Kalimantan Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana angka kemiskinan ekstrem turun dari 0,39 persen pada 2024 menjadi 0,25 persen pada 2025, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 0,88 persen. “Ini menunjukkan adanya korelasi antara pengentasan kemiskinan dengan kemajuan pendidikan,” ucapnya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah juga terus mengalami peningkatan, yang mencerminkan kemajuan di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Wamen turut mengapresiasi inovasi daerah, termasuk penyediaan papan interaktif digital di sekolah-sekolah sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami melihat program pusat dan daerah saling melengkapi. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendorong kualitas pendidikan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan pemerintah pusat meluncurkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 2026. Program itu menyasar sekitar 888 ribu anak PAUD dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun bagi setiap penerima.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah awal menuju penerapan wajib belajar satu tahun prasekolah. “Jika regulasi disahkan, maka anak usia enam tahun nantinya wajib mengikuti pendidikan PAUD,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah pusat siap terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, dalam memperluas akses pendidikan berkualitas secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....