Pantau Kualitas Sungai Arut, DLH Kobar Ambil Sampel Air di Lima Titik Strategis
- 20 Apr 2026 01:07 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan pemantauan kualitas air Sungai Arut pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini menyasar lima titik sampling yang mewakili wilayah hulu, tengah, hingga hilir sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran dan menjaga keberlanjutan fungsi sungai.
Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sukarami dan Kelurahan Pangkut (Kecamatan Arut Utara), Desa Runtu dan Kelurahan Baru (Kecamatan Arut Selatan), serta kawasan Simpang Tiga di hilir Sungai Arut. Titik-titik tersebut dipilih untuk memastikan data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi kualitas air secara representatif.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati bersama UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Kobar. Sampel yang diambil selanjutnya dianalisis di laboratorium menggunakan metode standar nasional untuk memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo, menjelaskan bahwa pengambilan sampel dilakukan secara representatif agar hasilnya dapat menggambarkan kondisi kualitas air sungai yang dipengaruhi berbagai faktor.
"Dinas Lingkungan Hidup mengumpulkan sampel air sungai secara representatif sehingga hasilnya diharapkan dapat menggambarkan kualitas air sungai yang mungkin dipengaruhi berbagai kondisi, seperti musim, lokasi geografis, hingga tingkat aktivitas manusia di sekitar sumber air," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani, menegaskan bahwa data hasil pemantauan memiliki peran strategis dalam mendukung arah kebijakan pembangunan daerah berbasis lingkungan. "Data kualitas air menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pengendalian pencemaran serta pengelolaan kualitas air di daerah, sekaligus mendukung pencapaian target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) secara berkelanjutan," ucapnya.
Pemantauan kualitas air Sungai Arut dilaksanakan secara rutin dua kali dalam setahun dengan mempertimbangkan kondisi musim. Parameter yang diuji meliputi aspek fisika, kimia, dan biologi seperti pH, DO, BOD, COD, TSS, nitrat, fosfat, serta fecal coliform.
"Semoga dengan tersedianya data yang akurat dan berkelanjutan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menjaga kualitas air serta kelestarian lingkungan," Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....