Anggota DPRD Palangka Raya Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Paru-Paru

  • 04 Okt 2026 23:14 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat Kota Palangka Raya telah dua bulan terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama terhadap dampak kesehatan pada masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan paru-paru.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif Norkim, mempertanyakan apakah kondisi kesehatan masyarakat yang terpapar asap akan kembali normal setelah karhutla berakhir. Menurutnya, dampak paparan asap dapat dirasakan tidak hanya saat kabut asap terjadi, tetapi juga dalam beberapa waktu setelahnya, khususnya terhadap paru-paru.

"Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak dan petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka dinilai menjadi kelompok yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap selama proses pemadaman dan penanganan kebakaran," ujarnya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Untuk itu, Arif mendorong kepala daerah se-kabupaten dan kota di Kalimantan bersama gubernur, agar mengusulkan kepada pemerintah pusat, pembangunan rumah sakit khusus yang menangani penyakit paru dan gangguan pernapasan akibat karhutla. Menurutnya, fasilitas tersebut diperlukan sebagai bentuk penanganan kesehatan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis paru serta tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang pernapasan

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Palangka Raya, Irwan, mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pemberian vitamin atau dukungan energi.

"Pentingnya peran masyarakat, dalam pencegahan karhutla sejak dini, patroli dan pelaporan ketika ditemukan api kecil perlu terus dilakukan agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kesehatan masyarakat," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....