Korban Tenggelam Bocah 12 Tahun di Sungai Kahayan Ditemukan Meninggal Dunia

  • 10 Agt 2026 18:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Duka menyelimuti Kampung Baru Campedak, Palangka Raya. Muhammad Kaspi Rosyadi, bocah berusia 12 tahun yang tenggelam di Sungai Kahayan, akhirnya ditemukan tak bernyawa pada hari kedua pencarian, Senin, 10 Agustus 2026 siang.

Kaspi dilaporkan hilang sejak Minggu, 9 Agustus 2026 siang. Sekitar pukul 11.00 WIB, ia tengah asyik berenang bersama teman-temannya di Sungai Kahayan ketika tiba-tiba arus deras menariknya ke tengah sungai. Dalam sekejap, bocah itu lenyap dari pandangan, meninggalkan kepanikan di antara teman-temannya yang berusaha mencari pertolongan.

Sejak saat itu, Tim SAR Gabungan bergerak cepat menyusuri Sungai Kahayan. Personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan, menyisir setiap sudut lokasi kejadian sepanjang hari, namun korban belum juga ditemukan hingga malam tiba.

Memasuki hari kedua, semangat pencarian tak surut. Sejak pagi buta, tim kembali turun ke sungai, melakukan penyisiran dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian perkara. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Tepat pukul 11.20 WIB, jasad Kaspi ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal ia tenggelam.

Jenazah korban segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing setelah dua hari penuh berjibaku di lapangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.

"Operasi SAR telah kami laksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ucap Alit.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai berarus deras seperti Kahayan.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai," katanya.

Operasi pencarian ini melibatkan sinergi berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, Sabhara Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, BPBD, Dishub, relawan gabungan, serta masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....