Satu dari Dua Personel Polisi Hilang di Katingan Ditemukan Tak Bernyawa
- 04 Jul 2026 18:44 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Katingan - Dua hari pencarian yang menguras tenaga dan harapan, duka kembali menyelimuti keluarga besar Kepolisian Resor Katingan, Polda Kalimantan Tengah. Bripda Nopandri Ramadhana, personel Satuan Reserse Narkoba yang hilang saat operasi penindakan bandar sabu, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Katingan, Sabtu, 4 Juli 2026 sore.
Ditemukan Tersangkut di Ranting Bambu
Jasad personel muda tersebut ditemukan oleh warga Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah. Kondisinya mengapung dan tersangkut di antara ranting bambu serta bebatuan kayu di tepi sungai, sebuah pemandangan yang mengejutkan warga sekitar dan langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.
Kabar duka ini pun dengan cepat menyebar, mengakhiri dua hari penantian panjang yang penuh kecemasan bagi rekan-rekan sejawat maupun keluarga korban.
Kapolres Katingan Benarkan Penemuan
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah yang ditemukan diduga kuat merupakan Bripda Nopandri Ramadhana, salah satu personel yang dilaporkan hilang sejak Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.
"Benar, salah satu personel kami atas nama Nopandri Ramadhana ditemukan. Saat ini anggota kami masih menuju lokasi temuan," ujar AKBP Dodik, kepada awak media.
Pencarian Berlanjut untuk Satu Personel Lagi
Dengan ditemukannya Bripda Nopandri, fokus operasi pencarian kini beralih sepenuhnya kepada satu personel lainnya yang hingga kini belum ditemukan, yakni Aiptu Sumaryanto.
Mengingat Kembali Insiden yang Merenggut Nyawa
Peristiwa nahas ini bermula dari sebuah penggerebekan yang berujung petaka. Kamis, 2 Juli 2026 dini hari, personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap seorang terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Operasi yang semula berjalan sesuai prosedur itu mendadak berubah mencekam. Petugas memang berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku, namun sejumlah anggota keluarganya diduga melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis parang. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Dalam insiden tersebut, Aiptu Yudhi Perdana Putra gugur di tempat setelah mengalami serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan turut meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Di tengah kekacauan itu, dua personel lainnya, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang, diduga terseret arus deras Sungai Katingan saat berupaya menyelamatkan diri maupun mengejar situasi.
Tim Gabungan Terus Menyisir Sungai
Sejak insiden itu terjadi, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Basarnas, TNI, BPBD, hingga masyarakat setempat tanpa henti melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Katingan. Kerja keras selama dua hari itu akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Bripda Nopandri, meski dalam kondisi yang tak diharapkan.
Kini, harapan dan doa tim gabungan serta keluarga besar Polres Katingan tertuju pada satu nama, yakni Aiptu Sumaryanto, yang pencariannya masih terus berlangsung hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....