Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Aipda Yudi Kristian Gugur, Dua Rekannya Hilang

  • 02 Jul 2026 21:26 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Katingan - Penggerebekan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026, berujung bentrokan yang menewaskan satu anggota polisi dan satu warga, serta menyebabkan dua personel kepolisian lainnya hilang hingga kini.

Operasi yang semula ditujukan untuk menangkap terduga bandar narkotika itu berubah ricuh setelah petugas berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku. Situasi kemudian memanas ketika keluarga terduga pelaku menyerang aparat menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, petugas selanjutnya mengambil tindakan tegas dan terukur untuk mengatasi perlawanan tersebut. Dalam insiden itu, satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia.

Kejadian tersebut memicu kedatangan warga lain yang turut melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian. Dalam bentrokan itu, Aipda Yudi Kristian, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur saat menjalankan tugas negara. Dua personel kepolisian lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Tim gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan kawasan sekitar lokasi kejadian untuk menemukan dua anggota yang hilang tersebut.

"Saat ini situasi di Desa Tumbang Kalemei sudah kondusif. Keluarga pelaku diketahui telah meninggalkan lokasi. Sebanyak 50 personel dari Polda Kalteng juga telah dikerahkan untuk membantu penanganan dan pencarian," kata AKBP Dodik.

Kapolres Katingan memastikan, 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah tersebut dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di lokasi sekaligus membantu proses pencarian dua anggota yang masih hilang.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Adi Purnomo, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Pihaknya menyatakan kini terus berkoordinasi secara intensif dengan Polres Katingan untuk memantau perkembangan penanganan kasus serta proses pencarian dua personel yang masih hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....