Mabuk Oplosan, Pria Tak Dikenal Tumbang di Jalan
- 02 Feb 2026 05:31 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warga yang melintas di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, dihebohkan dengan ulah pria tidak dikenal yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan. Kejadian ini terjadi pada Minggu 1 Februari 2026 malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Pria yang mengenakan kaos polo kuning dan celana jeans gelap itu diduga melakukan aksi nekat dengan meminum minuman keras oplosan yang dicampur bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Saksi mata mengatakan, sebelum roboh di aspal, pria tersebut terlihat berjalan sempoyongan sambil meracau tidak jelas. Ia bahkan sempat mengaku sepeda motor milik warga yang sedang mengisi BBM eceran di sebuah warung adalah miliknya.
"Dia sempat pegang motor orang, terus minum BBM dari wadah eceran. Habis itu langsung jatuh," ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.
Dalam dokumentasi yang beredar di media sosial, korban tampak terbaring telentang dengan tangan kanan memegang dada, menunjukkan ekspresi kesakitan.
Tim Piket Emergency Response Palangka Raya (ERP) yang tiba di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Namun, upaya komunikasi dengan korban menemui jalan buntu karena pria itu terus meracau dan tidak bisa menyebutkan identitas serta alamatnya.
Kepala Tim Jaga ERP, Muhammad Noor Islami, mengatakan pihaknya mencium aroma alkohol yang sangat menyengat dari mulut korban.
"Setelah ditanya, korban mengaku sudah minum 'Gaduk' alkohol murni 70 persen yang dicampur minuman berenergi. Itu yang bikin dia kayak gini," ucap Noor Islami kepada awak media, Senin 2 Februari 2026.
Kombinasi antara konsumsi miras oplosan berkadar tinggi dan BBM, diduga menjadi penyebab pria tersebut kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.
Untuk keselamatan korban dan menghindari risiko kecelakaan lalu lintas, tim relawan gabungan dari ERP, Putra Pahandut, dan Rescue LazisMU segera mengevakuasi pria tersebut.
Saat ini korban telah diamankan di Pos Satlantas Bundaran Besar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sambil menunggu kedatangan pihak keluarga atau proses identifikasi dari pihak berwajib.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....