Pro 4 RRI Palangka Raya Tetap Hidupkan Karungut
- 05 Feb 2026 19:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pro 4 RRI Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kesenian Daerah dengan tetap menghidupkan Karungut melalui berbagai program siaran budaya. Karungut merupakan seni tutur tradisional masyarakat Dayak yang disampaikan dalam bentuk syair berirama dan sarat akan nilai moral serta kearifan lokal Kalimantan Tengah.
Sebagai kanal budaya, Pro 4 RRI Palangka Raya secara konsisten menyiarkan Karungut setiap hari Rabu malam pukul 20.00 WIB sampai pukul 21.30 WIB guna menjaga eksistensi seni tradisional di tengah arus modernisasi. Kehadiran Karungut di media penyiaran publik diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk generasi muda.
Pengelola Pro 4 RRI Palangka Raya, Sunetae MR Hanyi, mengatakan Pro 4 memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga warisan budaya Daerah. Dengan upaya tersebut, Pro 4 RRI Palangka Raya punya peranan sebagai media publik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga turut melestarikan budaya lokal agar tetap lestari lintas generasi. Kamis 5 Februari 2026.
“Melalui Pro 4, kami berupaya menjadikan Karungut tetap hidup dan dikenal masyarakat sebagai identitas budaya Dayak Kalimantan Tengah, Kami berkomitmen melalui Pro 4 RRI Palangka Raya untuk terus menghadirkan Karungut, agar seni tradisional ini tidak hanya hidup di ingatan orang tua, tetapi juga dikenali dan dicintai generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Dayak,” ujarnya.
Keberadaan Karungut di media penyiaran dinilai penting di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi menggeser budaya lokal. Pro 4 RRI Palangka Raya berharap upaya ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap seni budaya Dayak.
Dengan terus menyiarkan Karungut, Pro 4 RRI Palangka Raya tidak hanya menghadirkan hiburan dan informasi bagi pendengar, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga, melestarikan, dan mengenalkan seni tutur tradisional masyarakat Dayak sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Tengah, sehingga generasi muda dapat mengenal, menghargai, dan meneruskan warisan budaya ini di tengah arus modernisasi yang kian cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....