Menjaga Warisan Budaya di Tengah Arus Modernisasi Global

  • 31 Jul 2025 10:57 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, obrolan ringan di Warung Hureh program khusus di Pro4 RRI Palangka Raya justru menampilkan obrolan hangat dan bermakna, bagaimana menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di era serba digital ini.

Program budaya yang akrab dengan sapaan "Warung Hureh" itu, menjadi tempat berkumpul warga, seniman lokal, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat setiap hari senin sampai jumat pukul 10.00 wib. Dalam sesi obrolan pekan ini, topik yang diangkat adalah “Warisan Budaya: ditengah Modernisasi Global”.

Obrolan berlangsung akrab, penuh canda, namun sarat makna. Salah satu tamu yang hadir sebagai narasumber, Tania, siswi SMKN 5 Palangka Raya, menyampaikan kekhawatirannya soal minimnya minat generasi muda terhadap seni tradisional. Rabu, (30/7/2025).

Selain itu juga menyinggung peran teknologi dan media sosial sebagai alat pelestarian budaya. Beberapa peserta menceritakan keberhasilan kampanye digital untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional, bahasa daerah, hingga kuliner lokal kepada generasi milenial dan Gen Z.

“Seringkali budaya lokal dianggap kuno. Padahal, kalau dikemas dengan cara modern, itu bisa jadi kekuatan yang luar biasa. Budaya itu harus dibawa ke dunia yang mereka kenal. Lewat TikTok, Instagram, atau podcast. Bukan mengeluh, tapi beradaptasi," ujarnya.

Obrolan warung seperti ini menjadi ruang alternatif yang penting dalam membangun kesadaran budaya masyarakat. Dengan gaya santai namun penuh kepedulian, Warung Hureh menjadi wadah bertukar gagasan, menghubungkan tradisi dengan tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....