Semangat Jemaah Haji Tertua Palangka Raya, Menuju Ibadah Haji yang Diimpikan
- 20 Apr 2026 19:59 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ibu Tjitjih atau yang akrab disapa Cici, warga Palangka Raya yang kini berusia 89 tahun, akhirnya mendapat kabar gembira setelah penantian panjangnya untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah mengirimkan pemberitahuan bahwa dirinya termasuk dalam daftar calon jamaah haji tahun 2026, dan ia pun akan berangkat bersama anak serta cucu tercintanya.
Berbekal pengalaman dua kali menunaikan ibadah umroh, semangat Ibu Cici untuk berhaji semakin menguat sebagai panggilan istimewa dari Allah bagi mereka yang dimudahkan jalannya. Ia mengenang suasana di tanah suci yang penuh ketenangan, meski banyak orang mengeluhkan cuaca ekstrem, baginya justru menghadirkan rasa nyaman yang tak tergantikan.
"Alhamdulillah, enak pokoknya di sana tuh senang. Ibu tuh kadang nggak mau pulang. Ya Allah kadang merasa di sana, tuh enaknya minta ampun," katanya, Senin, 20 April 2026.
Muhtaram, putra ketiga Ibu Cici, yang akan mendampingi sang ibu berhaji, menceritakan perjuangan panjang ibunya dalam mewujudkan impian tersebut. Ia menyebut, sang ibu menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu mendaftar haji, sekaligus menunjukkan kesungguhan yang tidak hanya berhenti pada niat.
"Beliau juga olahraga pagi-pagi jalan, jadi jalan kaki dari dulu persiapan, mungkin hatinya itu sudah sampai ke sana," katanya.
Upaya Ibu Cici tidak hanya terlihat dari sisi fisik dan finansial, tetapi juga dari kekuatan spiritual yang terus ia jaga. Ia rutin memperbanyak zikir, selawat, dan istigfar sebagai bekal batin, sebagaimana pesan almarhum suaminya yang selalu ia ingat dan amalkan dalam keseharian.
"Ya, Ibu kalau habis sholat zuhur subuh, diperbanyak Ibu zikir istigfar, selawat, itu aja, Ibu. Dulu waktu Bapak masih ada, diperbanyakin zikir, kata Bapak, sama selawat, istigfar. Soalnya kita ini istigfar itu banyak dosa, dosa yang terasa, maupun tidak terasa," katanya.
Meski penuh haru melihat semangat sang ibu, Muhtaram mengaku tetap menyimpan kekhawatiran mengingat usia Ibu Cici yang sudah lanjut. Namun, ia dan keluarga berusaha ikhlas melapangkan hati, dan terus memanjatkan doa agar sang ibu diberi kelancaran hingga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
"Sebenarnya harapan beliau ketika beliau berangkat ibadah Haji, hanya beliau meminta pertama, mengikhlaskan Ibu berangkat. Kedua, doakan mudah-mudahan selamat, ibu bisa balik lagi, karena yang namanya ibadah Haji itu sudah berserah mau hidup, mau mati, mau berangkat dan pulang lagi itu sudah diserahkan kepada Allah SWT," katanya.
Di tengah kondisi konflik di Timur Tengah, kekhawatiran terhadap keamanan jamaah haji memang tak bisa dihindari. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, memastikan pemerintah terus berkoordinasi lintas sektor guna menjamin keamanan, termasuk pengaturan rute penerbangan agar perjalanan jamaah tetap aman dan lancar.
"Tapi pemerintah selalu memantau, dan memang pemerintah ini menganjurkan, terutama Haji Plus itu kan biasanya ada transit, Pak Wakil Menteri menyampaikan bahwa diusahakan jangan sampai ada transit. Misalkan daerah konflik seperti Bahrain, Abu Dhabi, atau Qatar," katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman. Salah satunya melalui skema murur, yakni pergerakan jemaah dari Arafah ke Mina dengan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan.
"Jadi bagi yang memang risiko tinggi berkaitan kesehatan ataupun lansia, apalagi yang sudah pakai kurusi roda kan. Tambah ini kondisi kesehatan, itu bisa mengikuti murur, murur itu lewat, jadi bus itu akan lewat di daerah sana, dan langsung ke Mina," katanya.
Diharapkan, ibadah Haji tahun tidak hanya memberikan pengalaman spiritual yang meningkatkan ketakwaan dan keimanan. Tetapi, seluruh jamaah haji bisa pulang ke tanah air dalam keadaan selamat, dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....