Dedikasi Petugas Kebersihan Menjaga Lingkungan saat Ramadan

  • 01 Mar 2026 21:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Petugas kebersihan menjadi sosok berjasa di balik wajah lingkungan tengah kota yang tetap bersih dan bebas dari sampah. Sejak pagi hari, mereka menyapu taman kota hingga trotoar jalan agar tampak rapi dan nyaman dipandang.

Di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan, semangat bekerja itu tak surut, justru menjadi bagian dari pengabdian yang dijalani dengan penuh tanggung jawab. Seperti salah seorang petugas kebersihan taman kota, Masne, yang mengaku selama bulan Ramadan tetap menjalani tugas seperti biasa tanpa pengurangan jam kerja.

Baginya, tak ada perbedaan berarti antara hari-hari biasa dan bulan suci, selain ditiadakannya apel pagi. Dengan keikhlasan, ia terus bekerja demi memastikan lingkungan tetap bersih dan lestari untuk masyarakat.

"Kalau jam kerja tetap masuk seperti biasa, tapi kalau pengurangan jamnya belum ada sih. Masih seperti biasa, cuma apel pagi aja yang ditiadakan Kalau menurut saya sih, kalau saya seperti biasa aja, nggak ada yang gimana-gimana tetap menjalankan tugas seperti bulan-bulan biasa aja," katanya, Minggu, 1 Maret 2026.

Hal serupa juga dirasakan petugas kebersihan lainnya, Nur Hasanah. Ia tetap menjalani rutinitas menyapu dan membersihkan trotoar jalan pada pagi hari meski sedang berpuasa. Rutinitas yang telah lama dijalani membuatnya terbiasa, sehingga ibadah puasa tidak mengurangi produktivitasnya dalam bekerja.

"Kalau petugas kebersihan kan biasanya dari pagi juga ya. Apalagi dari teman-teman kebersihan, pasukan kuning yang di jalan yang penyapuan, itu malah mereka ada yang dari subuh udah mulai kerja, karena kesempatan pagi ini kan belum panas (cuacanya)," katanya.

Baik Masne maupun Nur Hasanah mengaku, selama Ramadan kondisi sampah di wilayah kerja mereka masih tergolong normal dan dapat terkontrol dengan baik. Aktivitas masyarakat yang sedikit berkurang pada pagi hari membuat volume sampah tidak meningkat drastis.

Meski demikian, Nur Hasanah menyoroti masih adanya sebagian warga yang belum sepenuhnya sadar membuang sampah pada tempatnya, sehingga sampah kerap ditemukan di bangku taman atau fasilitas umum lainnya.

"Cuman masalahnya kan SDM kita masih kurang ya untuk masalah sampah, maksudnya sudah disediain tong juga merekanya naruh-naruh sampah juga di tempat mereka duduk, enggak dibuang ke tong sampahnya gitu. Mungkin mereka berpikir karena ada petugasnya juga gitu mungkin ya tapi sebagian ada sih yang langsung dibuang ke tongnya, ada ya sebagian aja sih," katanya.

Selain pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, para petugas juga berharap adanya perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka. Apresiasi dari pemerintah, termasuk tambahan anggaran atau insentif, dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Harapan itu menjadi doa sederhana di sela-sela kerja sunyi yang mereka jalani setiap hari.

"Semoga ke depannya pemerintah banyak lagi anggaran lah buat petugas-petugas kebersihan di lapangan ya semoga ada ke depannya, untuk peningkatan kesejahteraan petugas," katanya.

Di balik kota yang tampak bersih dan tertata, ada tangan-tangan tekun yang bekerja tanpa banyak sorotan. Ramadan bagi mereka bukan alasan untuk mengendurkan tanggung jawab, melainkan momentum untuk tetap mengabdi dengan sepenuh hati. Kolaborasi antara petugas, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar kebersihan kota tetap terjaga, hari ini dan seterusnya.

Rekomendasi Berita