Ramadan di Rutan Palangka Raya Sarat Makna Kebersamaan
- 09 Mar 2026 20:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Suasana Ramadan selalu identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga. Dari menyiapkan hidangan berbuka, menyantap makanan sambil bercengkrama, hingga menunaikan ibadah bersama dalam suasana penuh kehangatan. Momen-momen sederhana itu menjadi bagian dari kenangan yang paling dirindukan ketika bulan suci tiba.
Namun suasana berbeda dialami oleh warga binaan di Rutan Kelas II A Palangka Raya, sebut saja S. Tahun 2026 menjadi tahun keduanya menjalani Ramadan jauh dari keluarga, saat dirinya harus menjalani proses pembinaan di rutan. Jarak dan keterbatasan ruang membuat kerinduan pada rumah terasa semakin nyata di bulan yang penuh makna ini.
"Ramadan tahun ini cukup agak apa lah, sama keluarga itu pisah, sepi lah anggapannya. Beda, beda maksudnya dalam arti dulu kan sering bersama keluarga, buka puasa, ibadah bareng, pas masuk sini berkurang lah anggapannya," katanya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Senin, 9 Maret 2026.
Meski begitu, S perlahan menemukan keluarga baru di balik tembok rutan. Sesama warga binaan saling menguatkan, berbagi cerita, dan memberikan dukungan agar tetap tegar menjalani ibadah Ramadan. Kebersamaan sederhana itulah yang membuat suasana Ramadan tetap terasa hangat meski jauh dari keluarga.
"Menariknya kita kumpul sama teman-teman yang lain dari jauh saling kenal, rasanya sedih juga sih jauh dari keluarga. Tetapi kan banyak teman-teman juga yang saling membantu ini atau menolonglah. Anggapannya sama-sama yang jauh keluarga juga jadi saling support satu sama lain," ucapnya.
Untuk mendukung kegiatan ibadah warga binaan, Kepala Rutan Kelas II A Palangka Raya, Wayan Arya, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Palangka Raya. Kerja sama tersebut dilakukan untuk menghadirkan imam yang memimpin salat tarawih secara bergantian bagi warga binaan. Selain itu, kegiatan tadarus juga dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kualitas keimanan serta pembinaan moral selama bulan Ramadan.
"Di sore hari dilaksanakan kegiatan Tadarus bagi warga binaan ya mudah-mudahan itu salah satu sisi yang menyentuh mereka dari bidang keagamaan sehingga harapan kami sebagai pembina kualitas keagaman mereka, moral mereka akan lebih naik lagi," ujarnya.
Bukan hanya itu, pihak rutan juga mengadakan program buka bersama keluarga warga binaan sebagai bentuk pendekatan yang lebih humanis. Program ini dilaksanakan secara bergilir dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan dan kapasitas kunjungan. Melalui momen tersebut, rutan berharap hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga tetap terjaga.
"Itu salah satu bentuk usaha kami, niat kami untuk mendekatkan mereka pada keluarga, karena pada dasarnya sebaik-baiknya mereka adalah berada di tengah-tengah keluarga. Sehingga dengan harapan sentuhan-sentuhan keluarga mereka bisa melupakan masa lalunya, memperbaiki masa lalunya dan menjadi manusia yang lebih baik lagi," katanya.
Bagi S, Ramadan tahun ini menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia berharap bulan suci ini menjadi jalan untuk memohon ampunan sekaligus memperbaiki diri melalui berbagai kegiatan pembinaan di rutan.
S juga berpesan kepada masyarakat bahwa warga binaan terus berusaha berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dengan harapan suatu hari nanti dapat kembali diterima di tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.