Pelaku UMKM Didorong Manfaatkan Teknologi untuk Bersaing di Era Digital
- 25 Jun 2026 21:02 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM. Melalui pemanfaatan platform digital, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Dalam Talkshow UMKM dan Tantangan di Era Digital yang digelar oleh RRI Palangka Raya bekerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, para narasumber membahas berbagai strategi agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya disampaikan Dosen Prodi Bisnis Digital FBI UMPR, Mohamad Rafii, yang menilai Kalimantan Tengah memiliki banyak potensi usaha yang belum tergarap secara maksimal.
"Untuk Kalimantan Tengah masih banyak sekali potensi yang sebenarnya ada kita miliki, cuman memang belum tergarap dengan baik ya, jadi memang butuh banyak proses lagi, terutama para UMKM-nya itu harus lebih melek digital lagi," katanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Rafii, pelaku UMKM tidak perlu langsung menerapkan teknologi yang rumit. Digitalisasi dapat dimulai secara bertahap melalui pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, hingga marketplace. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan mengembangkan keunikan lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Dosen Prodi Manajemen FBI UMPR, Ahyar Junaedi, mengatakan salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku UMKM adalah minimnya perencanaan usaha dan pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik. Kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan usaha dalam jangka panjang.
"Sekarang memang sudah jamannya, artinya usaha yang sekarang ini tidak masuk atau bahkan tidak mau masuk dalam dunia digital, berpotensi besar untuk mengalami kegagalan," katanya.
Ahyar menambahkan, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, maupun marketplace menjadi langkah yang penting untuk membangun merek dan memperluas jangkauan pemasaran. Menurutnya, berbagai platform tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal bahkan tanpa biaya besar.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh pelaku UMKM bidang konveksi sekaligus mahasiswa Prodi Manajemen FBI UMPR, Revin. Ia mengaku bisnis yang dijalankannya berkembang berkat pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan tanpa harus memiliki toko fisik.
"Sebenarnya banyak ya, salah satunya saya membangun usaha itu memang cuma lewat media sosial. Jadi saya nggak punya toko fisik. Jadi dulu memang cuma sekedar di kos, tapi selebihnya lewat media sosial, WA, IG, dan TikTok," ucapnya.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan menciptakan peluang usaha baru. Dukungan dari kalangan akademisi serta generasi muda juga dinilai penting untuk membantu percepatan transformasi digital UMKM di Kalimantan Tengah. (Hesa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....