Pelaku UMKM Harapkan Dukungan Pelatihan dan Pendampingan Permodalan

  • 30 Nov 2025 22:22 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memerlukan dukungan untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Salah satu pelaku UMKM kerupuk basah di Palangka Raya, Rifa, secara spesifik mengungkapkan bahwa pelatihan dan pendampingan permodalan sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha.

“Kami berharap ke depan selain pelatihan, perbankan juga dapat membantu pelaku UMKM dalam hal permodalan,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Palangka Raya, Sari Wahono, menyatakan komitmennya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait layanan pengkreditan, khususnya bagi pelaku UMKM di Kota Palangka Raya. Selain itu, BRI juga memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah dan Bank Indonesia (BI) Kalteng guna memastikan pemanfaatan kredit berjalan optimal.

Sari Wahono menjelaskan bahwa infrastruktur BRI saat ini telah memadai untuk memberikan pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), terlebih setelah suku bunga KUR turun menjadi 6 persen. Didukung pula dengan integrasi digital, proses pelayanan menjadi lebih efisien dan sesuai kebijakan yang berlaku.

“Kami saat ini telah siap dari sisi SDM hingga layanan perbankan untuk masyarakat,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Program KUR BRI 2025 dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih mudah mengakses dana pinjaman dengan bunga rendah. Skema kredit ini ditujukan bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk berkembang, namun belum memiliki jaminan yang kuat.

Melalui KUR BRI, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta dengan suku bunga rendah dan tenor fleksibel. Program ini diharapkan semakin mendorong pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....