Modal dan Bahan Baku Masih Jadi Kendala Perkembangan UMKM

  • 06 Okt 2025 19:52 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Modal usaha dan ketersediaan bahan baku masih menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang kerajinan tangan di Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat sektor tersebut belum dapat berkembang secara optimal seperti halnya usaha rumahan di bidang kuliner dan jamu tradisional.

Salah seorang pelaku UMKM home industry di Palangka Raya, Lusi, mengaku masih aktif berwirausaha di bidang kuliner, khususnya memproduksi makanan ringan dan jamu tradisional instan berbahan jahe merah.

“Untuk usaha kuliner masih aman bahan bakunya, tapi untuk usaha lain seperti kerajinan tangan dari getah nyatu masih relatif sulit. Selain itu, bantuan permodalan juga kadang sulit diperoleh karena berbagai kendala,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Hal senada disampaikan pelaku UMKM kerajinan tangan getah nyatu di Palangka Raya, Surtiyati. Ia mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku berkualitas, sehingga produksi produknya belum dapat memenuhi permintaan pasar, termasuk untuk ekspor.

“Saya tidak bisa memenuhi target produksi karena bahan baku sulit didapat. Harapannya, pemerintah daerah dapat membantu mengatasi persoalan bahan baku dan permodalan bagi pelaku UMKM kerajinan tangan di Kalteng,” ujarnya.

UMKM di Kalimantan Tengah menghadapi berbagai hambatan dalam pengembangan usahanya, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, minimnya keterampilan manajerial, hingga infrastruktur dan pemasaran digital yang belum optimal. Banyak pelaku UMKM masih kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan formal karena persyaratan yang ketat dan keterbatasan agunan.

Selain itu, keterbatasan pengetahuan dalam manajemen bisnis juga menjadi penghambat bagi sebagian besar pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usaha secara efisien.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, pemerintah daerah dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem usaha yang kondusif. Dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, serta kemudahan distribusi produk menjadi langkah penting untuk mendorong UMKM Kalteng tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....