UMKM Palangka Raya Terus Kembangkan Produk Camilan

  • 18 Agt 2025 19:58 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Makanan ringan atau cemilan kini semakin mudah dijumpai di berbagai daerah. Perkembangan sektor kuliner, khususnya UMKM, membuat pilihan makanan ringan di Indonesia semakin beragam.

Dalam acara Obrolan UMKM, Pro 4 RRI mengundang salah satu pelaku UMKM di bidang makanan ringan, Sujilah Wati, pemilik Cemilan Nafis. Ia mengaku membuka usaha ini karena melihat peluang besar di sektor kuliner cemilan.

Menurut Sujilah, bisnis makanan ringan relatif mudah dijalankan. “Bisnis cemilan UMKM ini tergolong ringan. Modalnya kecil dan resikonya rendah dibandingkan usaha lain,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Namun, Sujilah mengakui tantangan pasti ada. Salah satunya adalah pernah mengalami order fiktif saat memulai usaha. Tantangan lain yang dihadapi adalah perizinan usaha.

“Tantangannya itu pemasaran yang terhalang oleh izin pemerintah. Caranya untuk mengatasinya kita membuat izin yang lebih awal. Dan untuk pemasaran online saya menggunakan WhatsApp sebagai alternatif sementara,” ucapnya.

Dengan memanfaatkan media sosial, ia mampu memperluas pemasaran meski izin masih dalam proses. Sujilah berharap seluruh pelaku UMKM di Kalimantan saling mendukung untuk memajukan dan menyebarkan produk khas daerah.

Sementara itu, salah satu penikmat cemilan, Kevin Giat Prakoso, menilai UMKM di Palangka Raya telah mengalami kemajuan. “Banyak ide baru, variasi rasa, dan jenis cemilan yang membuat pelanggan merasakan sensasi baru,” ujarnya.

Kevin berharap pelaku UMKM di Kalimantan dapat terus meningkatkan kualitas produk. ”Hal yang perlu ditingkatkan dari segi pengolahan bahan baku dan juga kualitas dari segi kebersihan yang harus selalu diperhatikan. Makanan ringan di Kalimantan juga harus bisa dipasarkan ke daerah lain, seperti ke Jawa, Sumatra, atau Sulawesi,” katanya.

Makanan ringan terbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dengan inovasi dan dukungan bersama, UMKM di Kalimantan berpeluang besar menembus pasar nasional. (Harlan Bhisma Pratama)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....