Jasa Gadai Emas Dinilai Membantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Mendesak

  • 08 Sep 2026 21:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Jasa penitipan dan gadai emas dinilai masih menjadi salah satu alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan, terutama ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat. Kondisi perekonomian di Indonesia yang tidak baik-baik saja saat ini membuat masyarakat mengambil alternatif untuk menitip atau menggadaikan barangnya yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali.

Salah seorang nasabah pegadaian, Nur Hubaidah, mengaku telah aktif menggunakan jasa penitipan sejak 2018, terutama untuk menyimpan perhiasan emas dan membeli emas batangan secara bertahap. Nur Hubaidah mengatakan, emas yang dimilikinya tidak hanya disimpan, tetapi sebagian juga dapat dimanfaatkan ketika terdapat kebutuhan mendesak.

Menurutnya, jika membutuhkan dana sekitar satu juta rupiah sementara nilai emas yang dimiliki mencapai lima juta rupiah, dirinya cukup menggadaikan sebagian sesuai kebutuhan, sehingga tidak seluruh aset emas harus digunakan. "Menurut saya layanan yang diberikan pada jasa penitipan cukup membantu karena pembayaran dapat dilakukan sesuai kemampuan dan emas yang digadaikan dapat ditebus kembali ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan,” ucapnya, Selasa, 8 September 2026.

Selain menyimpan perhiasan, Nur Hubaidah juga pernah membeli emas secara cicilan, termasuk perhiasan dengan berat cukup besar, melalui mekanisme pembayaran uang muka dan pelunasan sebelum barang diterima. Menurutnya, penggunaan jasa gadai juga memberikan alternatif dibandingkan pembiayaan lainnya yang dapat membebankan biaya tambahan ketika terjadi keterlambatan pembayaran.

Ia menceritakan pengalaman menggunakan pembiayaan dengan jaminan BPKB, di mana keterlambatan beberapa hari dapat membuat jumlah pembayaran meningkat cukup signifikan. Kondisi tersebut membuatnya menilai gadai emas menjadi salah satu pilihan yang lebih sesuai untuk kebutuhan tertentu.

Salah satu pegawai jasa penitipan Intira Kota Palangka Raya, Gunawan, mengatakan di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil dan dampak kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah, ia mengakui aktivitas jasa penitipan di luar gadai emas seperti barang elektronik HP, TV atau laptop cenderung mengalami penurunan. "Antusiasme masyarakat tidak sebesar kondisi normal saat belum terjadi kabut asap, karena masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Saat ini kondisi jasa penitipan memiliki manfaat bagi masyarakat baik gadai emas maupun jasa penitipan barang elektronik lainnya karena dapat menjadi pilihan ketika membutuhkan dana dalam kondisi mendesak. Gunawan berharap masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut secara bijak, dengan menyesuaikan nilai pinjaman maupun cicilan dengan kemampuan keuangan agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....