OJK dan BEI Perkuat Literasi Investasi ASN Gunung Mas
- 13 Jul 2026 22:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah kembali menggelar Sekolah Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini merupakan bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026.
SEPMT memiliki tujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal, sekaligus mendorong pemanfaatan produk investasi yang legal, aman, dan sesuai dengan profil risiko. Pertumbuhan jumlah investor di Kalimantan Tengah menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap pasar modal.
Hingga April 2026, jumlah investor di provinsi ini mencapai 225.128 orang. Kabupaten Gunung Mas turut menyumbang 9.127 investor atau sekitar 4,05 persen dari total investor di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, nilai transaksi saham di Gunung Mas tercatat sebesar Rp13,84 miliar atau meningkat 191,56 persen secara tahunan dibandingkan April 2025.
Kepala Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, mengatakan Sekolah Pasar Modal tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong ASN untuk mulai berinvestasi secara bijak melalui instrumen pasar modal yang legal. Menurutnya, saham, obligasi, maupun reksa dana dapat menjadi pilihan investasi guna membangun kesejahteraan finansial di masa depan apabila disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
"Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap Bapak/Ibu ASN tidak ragu untuk mulai berinvestasi pada produk pasar modal Indonesia, baik saham, obligasi, maupun reksa dana, sebagai langkah nyata dalam membangun kesejahteraan finansial di masa depan,” katanya, Jumat, 10 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan ASN agar mampu mengambil keputusan investasi secara rasional dan terhindar dari praktik investasi ilegal. Ia menjelaskan pasar modal Indonesia menyediakan berbagai instrumen investasi yang legal, transparan, dan dapat dimanfaatkan secara bertahap sesuai kebutuhan keuangan.
"Pasar modal Indonesia hadir sebagai salah satu alternatif investasi yang legal dan transparan. Melalui instrumen seperti saham, obligasi/sukuk, reksa dana, ASN juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan asetnya secara bertahap sesuai tujuan keuangan. ASN yang memiliki literasi investasi yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta terhindar dari jebakan investasi ilegal,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, yang mewakili Bupati Gunung Mas, menyampaikan ASN sebagai pelayan masyarakat harus memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu mengelola penghasilan secara bijak sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam memilih investasi yang aman dan legal.
"ASN sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya memiliki literasi keuangan yang baik. Dengan pemahaman yang memadai, ASN diharapkan mampu mengelola penghasilan dan mengambil keputusan finansial secara bijak, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam berinvestasi secara aman dan legal,” ucapnya.
Selain penyampaian materi mengenai pasar modal, peserta juga memperoleh edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, hingga pengenalan aplikasi perdagangan saham dan tata cara pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari OJK, BEI Kalimantan Tengah, serta perusahaan sekuritas.
Melalui Sekolah Pasar Modal ini, OJK dan BEI berharap semakin banyak ASN di Kabupaten Gunung Mas yang memahami pentingnya perencanaan keuangan dan investasi yang sehat. Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, ASN diharapkan tidak hanya mampu mencapai kesejahteraan finansial, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi bagi masyarakat dalam mendorong budaya investasi yang aman, legal, dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....