Inflasi Palangka Raya Masih Dipengaruhi Dampak Kenaikan Harga BBM

  • 13 Jul 2026 23:32 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Laju inflasi di Kota Palangka Raya masih dipengaruhi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada periode sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya optimistis tekanan inflasi akan mulai terkendali pada bulan mendatang seiring terjaganya pasokan bahan pokok dan mulai turunnya harga sejumlah komoditas pangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, beberapa waktu lalu.

Achmad Zaini mengatakan, rapat koordinasi tersebut membahas langkah-langkah pengendalian inflasi yang terus dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Sejumlah daerah, termasuk Kota Palangka Raya, terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terpelihara.

Menurutnya, berdasarkan data per 1 Juli 2026, inflasi secara tahunan (year on year) di Kota Palangka Raya masih relatif tinggi. Kondisi tersebut merupakan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM pada periode sebelumnya yang turut memengaruhi harga berbagai komoditas.

Meski demikian, Pemko Palangka Raya optimistis tren inflasi akan mulai menurun dalam waktu dekat. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan bahan pangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Achmad Zaini menegaskan, faktor terpenting dalam pengendalian inflasi adalah terjaganya ketersediaan komoditas yang dibutuhkan masyarakat. Dengan pasokan yang cukup, pemerintah berharap harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil sehingga tekanan inflasi dapat ditekan.

Sementara itu, hasil pemantauan harga bahan pokok menunjukkan masih terdapat kenaikan pada beberapa komoditas. Bawang merah tercatat mengalami kenaikan harga dari Rp43 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp2 ribu. Pemko Palangka Raya akan terus memantau perkembangan harga di pasar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas inflasi daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....