Legislator Kalteng Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Digital jelang Idulfitri

  • 13 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang kerap marak menjelang Hari Raya Idulfitri. Imbauan tersebut terutama ditujukan pada modus kejahatan yang memanfaatkan media sosial maupun berbagai platform digital.

Menurut Junaidi, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal. “Penipuan sering terjadi melalui media sosial, tidak saja secara manual atau konvensional, bahkan saat ini sudah ada yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.

Junaidi menjelaskan, menjelang Lebaran menjadi periode yang rawan terjadinya penipuan karena aktivitas finansial masyarakat meningkat. Tingginya transaksi daring, pengiriman uang, hingga kegiatan sosial seperti berbagi sedekah kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Sekretaris Partai Demokrat Kalimantan Tengah tersebut juga menyoroti sejumlah modus yang memanfaatkan psikologi masyarakat yang tengah bersiap mudik atau beribadah. Pelaku biasanya menyebarkan pesan palsu, permintaan transfer uang secara mendesak, hingga penawaran tidak jelas seperti promosi tiket mudik atau bantuan sosial fiktif.

Selain itu, Junaidi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap keamanan rumah saat ditinggalkan mudik guna menghindari tindak kejahatan di dunia nyata.

Ia juga memberikan sejumlah tips agar masyarakat terhindar dari penipuan digital, di antaranya tidak mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, terutama menjelang pencairan tunjangan hari raya (THR). Masyarakat juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti pemindaian malware untuk melindungi perangkat.

Junaidi turut mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan instansi resmi atau menawarkan hadiah yang tidak jelas kebenarannya. “Karena itu masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta mengikuti berbagai kampanye edukasi seperti gerakan ‘jangan asal klik’ agar terhindar dari risiko penipuan digital,” ucapnya.

Rekomendasi Berita