Peningkatan Konsumsi Ramadan Dorong Ekonomi Palangka Raya Tetap Stabil
- 12 Mar 2026 14:05 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari raya keagamaan, termasuk Idulfitri, merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap tahun. Kebutuhan masyarakat terhadap berbagai barang, terutama bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga, biasanya meningkat selama periode tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan peningkatan konsumsi menjelang Hari Raya Idulfitri umumnya terjadi pada komoditas bahan pangan. Permintaan bahan pangan yang tinggi menjelang Idulfitri, jika tidak dikendalikan dengan baik, berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.
"Memang benar setiap menjelang hari-hari besar keagamaan biasanya konsumsi masyarakat terutama di komoditi bahan pangan itu selalu mengalami peningkatan. Dan ini biasanya juga akan berdampak pada tekanan inflasi jadi pola konsumsi sebenarnya menjadi kunci ya," katanya, saat mengisi program Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi menjelang Lebaran dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja agar perputaran ekonomi dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
"Namun demikian kami juga mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan pola belanja yang bijak, dengan belanja yang terencana dan tidak berlebihan, agar perputaran ekonomi dapat terjaga secara sehat, daya beli masyarakat tetap stabil dan berkembang. Kemudian kota Palangka Raya tumbuh secara berkelanjutan tidak hanya musiman di bulan Ramadan ini tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang," katanya.
Meningkatnya aktivitas belanja masyarakat juga terlihat dari ramainya pusat-pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga pasar Ramadan yang tersebar di berbagai titik Kota Palangka Raya. Kondisi ini turut memberikan peluang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan pendapatan selama bulan Ramadan.
Dengan pengelolaan konsumsi yang bijak, peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kondisi ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat dalam jangka panjang.