Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Melambat di Tahun 2025

  • 23 Jul 2025 21:31 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Paya: Pada triwulan I tahun 2025, kondisi pembiayaan daerah di Kalimantan Tengah tumbuh melambat yang tercermin dengan rasio LDR yang menurun seiring dengan risiko yang tetap terjaga.

Pertumbuhan kredit sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang disebabkan oleh pertumbuhan kredit modal kerja dan investasi yang lebih rendah.

Melansir dari laman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, berdasarkan segmen, kredit korporasi, rumah tangga, dan UMKM juga tercatat mengalami pertumbuhan walaupun melambat dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan DPK secara tahunan meningkat dibanding triwulan sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan giro pemerintah daerah sejalan dengan realisasi belanja daerah yang lebih rendah dampak efisiensi anggaran.

Pada triwulan I 2025, ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,04% (yoy), melambat dibandingkan triwulan IV 2024 yang tumbuh sebesar 4,43% (yoy). Secara kuartal, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I 2025 terkontraksi sebesar 6,57% (qtq) menurun tajam dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2024 yang tercatat tumbuh sebesar 8,29% (qtq).

Perlambatan pertumbuhan disebabkan oleh melemahnya kinerja PMTB (investasi) yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,36% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya tercatat tumbuh sebesar 8,41% (yoy). Penurunan kinerja PMTB didorong oleh realisasi belanja modal pemerintah baik yang bersumber dari APBN maupun APBD mengalami penurunan 75,23% (yoy).

Konsumsi pengeluaran pemerintah tercatat tumbuh sebesar 13,57% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 12,07% (yoy). Peningkatan konsumsi pemerintah didorong oleh realisasi belanja pegawai khususnya dalam penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) yang direalisasikan di bulan Maret 2025.

Dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor pertambangan dan dan sektor perdagangan besar dan eceran. LU pertambangan diprakirakan melambat seiring dengan adanya tren penurunan harga batu bara internasional.

Sektor Perdagangan juga diprakirakan mengalami perlambatan disebabkan berakhirnya ramadan dan Idul Fitri yang mendorong aktivitas perdagangan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....