Disbun Kalteng Tetapkan Ulang Harga TBS, Petani Diminta Waspada Penyimpangan

  • 05 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO. Palangka Raya - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah resmi menetapkan kembali harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode dua pekan ke depan, Kamis, 4 Juni 2026.

Penetapan ini menjadi respons cepat atas gejolak penurunan harga TBS yang sempat dirasakan petani di tingkat lapangan.

Dalam keputusan terbaru ini, harga TBS untuk mitra plasma dipatok sebesar Rp3.493,43 per kilogram, sementara pekebun mitra swadaya mendapatkan acuan harga Rp3.246,46 per kilogram.

Kepala Disbun Kalteng, Rizky R. Badjuri, secara tegas meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) untuk mematuhi harga yang telah dihitung bersama tersebut. Baginya, angka ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan cerminan langsung dari stabilitas usaha dan kesejahteraan petani sawit Kalimantan Tengah.

"Kita mengingatkan kembali kepada teman-teman PKS dan PBS, tentunya bisa mematuhi apa yang sudah kita hitung pada hari ini," ujar Rizky.

Guna mencegah gejolak di tingkat bawah, Disbun Kalteng turut menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) untuk aktif mendampingi para petani.

Disbun menegaskan agar harga yang berlaku di lapangan tidak menyimpang jauh dari ketentuan resmi yang telah ditetapkan.

"Kami mendorong teman-teman APKASINDO untuk mendampingi petani agar tidak menjadi hal yang negatif di lapangan, karena harga jangan sampai jauh dari apa yang ditetapkan Dinas Perkebunan," kata Rizky.

Sebagai informasi, penetapan harga TBS di Kalimantan Tengah dilakukan secara berkala dua kali dalam sebulan melalui rapat resmi, baik tatap muka maupun daring, dengan mengacu pada data yang diserahkan peserta rapat.

Rizky juga mendorong pemerintah kabupaten se-Kalteng untuk segera mensosialisasikan harga acuan baru ini. Ia juga mengajak petani mandiri yang belum bermitra untuk segera masuk ke dalam skema kemitraan resmi, demi memperkuat posisi tawar mereka di tengah dinamika pasar kelapa sawit yang terus bergerak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....