Kenaikan Harga BBM, Biaya Operasional Angkut Sawit Menjadi Mahal

  • 21 Apr 2026 22:44 WIB
  •  Palangkaraya

‎‎RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), memberikan dampak signifikan terhadap sektor jasa angkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit khususnya pada biaya operasional. Hal tersebut dikeluhkan oleh sopir angkut TBS di Kalimantan Tengah.

‎Salah seorang sopir truk TBS, Uji, menjelaskan sebagai komponen utama dalam struktur biaya, fluktuasi harga BBM dapat memengaruhi efisiensi dan profitabilitas layanan pengangkutan, terutama juga pada biaya pergantian suku cadang yang meningkat.

‎"Kalau naikin BBM ya seharusnya pemerintah juga memperhatikan juga tingkat pendapatan masyarakat dengan harga BBM naik yang pasti juga kebutuhan hidup pasti naik.

‎Nah jadi solusinya timbal baliknya ke masyarakat BBM naik kan pendapatan harus diperhatikan, supaya bisa naik juga.Spare part di bengkel ya pasti yang tadi 300 ribu bisa 600 ribu," katanya, Selasa 21 April 2026.

‎Kenaikan harga BBM juga dikhawatirkan memicu efek domino. Hingga ke harga bahan baku minyak goreng, yakni TBS sawit di tingkat petani.

‎Pengamat Ekonomi Kalteng, Rawing Rambang mengatakan, kenaikan harga BBM bisa menjadi pemberat harga TBS petani.

‎Menurut Rawing Rambang, kenaikan BBM menjadi salah satu faktor berpengaruh terhadap harga TBS. Artinya, masuk ke dalam faktor kenaikan harga TBS dan bagi pihak perusahaan ini sangat memberatkan.

‎"Sawit yang biasanya 3.500 sekarang mencapai 3.900 per kilogram TBS. Mudah-mudahan kesepakatan damai ‎antara Amerika dan Iran yang akan berlangsung di Islamabad, sehingga ‎ekonomi dunia kembali normal," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....