Sejumlah Pangan di Sampit Alami Kelangkaan
- 04 Mar 2026 05:52 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Sampit- Sejumlah komoditas pangan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengalami kelangkaan. Pemerintah daerah setempat langsung melakukan pemantauan untuk menelusuri penyebab kelangkaan tersebut.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, menelusuri langsung penyebab kelangkaan sejumlah komoditas bahan pangan di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.
Dari hasil pemantuan, sejumlah komoditas seperti mie instan, tepung, gula serta bawang merah dan putih terpantau terbatas, meskipun demikian harga masih normal dan tidak mengalami kenaikan.
"Kami sudah melakukan pengecekan. Kelangkaan terjadi lantaran komoditas tersebut didatangkan dari Pulau Jawa, di mana saat ini sedang terjadi cuaca buruk yang menyebabkan terganggunya distribusi melalui jalur laut," katanya, Selasa 3 Maret 2026.
Sementara itu, Tim Gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan, telah menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi strategis di Kota Sampit.
Anggota Satgas Saber Pangan Bapanas Kalteng, Ayu Saza Nurwendah, menyebut sidak ini bertujuan untuk memantau pelanggaran harga, keamanan dan mutu pangan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. "Fluktuasi harga masih terjadi. Terutama Komiditas yang pasokannya masih bergantung luar daerah," ucapnya.
Tim Operasi Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan untuk wilayah Kalteng ditargetkan melakukan survey yang diberikan waktu selama dua bulan.
Menyikapi adanya indikasi pelanggaran harga yang dijual melebihi HET, Tim Bapanas belum bisa memberikan sanksi tegas kepada pedagang dan hanya melakukan analisis dan survey di lapangan.