Hobi Menjadi Rezeki, Usaha Jahit Dini Bertahan Sejak 2010
- 09 Jun 2025 19:54 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Di tengah derasnya arus industri fesyen cepat dan maraknya penjualan busana daring, Sri Hardini, seorang ibu rumah tangga di kawasan Galaksi 1, tetap setia menekuni usaha jahit rumahan yang telah ia rintis sejak tahun 2010. Dikenal oleh pelanggannya dengan nama "Penjahit Dini", ia membuktikan bahwa kualitas dan ketekunan masih memiliki tempat istimewa di hati konsumen.
Usaha tersebut berawal dari hobi menjahit yang ia pelajari secara autodidak. Dari ruang kecil di rumahnya, ia perlahan membangun kepercayaan pelanggan melalui hasil kerja yang rapi dan pelayanan personal. Kini, bengkel jahit sederhana miliknya menjadi langganan warga sekitar untuk menjahit berbagai jenis pakaian, mulai dari seragam sekolah hingga busana pesta.
Dalam menghadapi persaingan industri, Hardini memilih untuk mengedepankan mutu dan tanggung jawab. Ia terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan pelapis (puring), pembuatan pola, penjahitan, hingga tahap akhir penyetrikaan. Bahkan, ia memberikan garansi perbaikan jika terdapat kekurangan pada hasil jahitannya.
“Kalau ada yang kurang, saya minta pelanggan kembali ke saya, jangan ke penjahit lain. Itu bentuk tanggung jawab saya,” ujar Hardini, Senin (9/6/2025).
Sentuhan personal inilah yang menurut para pelanggannya menjadi keunggulan Penjahit Dini, dibandingkan dengan produk fesyen massal yang kerap kehilangan kedekatan antara pembuat dan pemakai.
Selain menjaga kualitas, Hardini juga aktif mengikuti perkembangan tren. Ia mempelajari teknik hiasan payet yang kini digemari untuk busana pesta, dan terus memperbarui keterampilannya. Baginya, pelaku UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, tanpa melupakan identitas dan ciri khas produk.
Kepada pelaku usaha kecil lainnya, ia berpesan agar tidak ragu memulai dari nol. “Usaha itu butuh proses. Kalau sabar dan tekun, pelanggan akan datang sendiri,” tuturnya.
Kisah Sri Hardini menjadi cermin bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada modal besar, melainkan pada komitmen, ketulusan, dan kecintaan terhadap pekerjaan. (Ayu Isti Prabandari)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....