Industri Kerajinan Kayu Palangka Raya, Kreativitas Manfaatkan Limbah

  • 04 Mei 2025 20:05 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Industri kerajinan kayu di Kota Palangka Raya terus menunjukkan geliatnya, meskipun dihadapkan pada keterbatasan bahan baku dan ketatnya persaingan pasar. Salah satu pelaku usaha yang konsisten menekuni bidang ini adalah Sulistiyo, pengrajin lokal yang telah berkarya sejak 2014.

Berawal dari keprihatinan melihat limbah kayu yang terbuang percuma, Sulistiyo terdorong untuk mengolahnya menjadi produk bernilai seni tinggi. Ia memanfaatkan potongan kayu sisa dari industri mebel, seperti ulin, benuas, meranti, hingga pantung, tanpa membatasi diri pada jenis kayu tertentu.

“Kalau bicara bahan, sebenarnya kita bicara soal limbah kayu. Jadi, tidak ada spesifik jenis kayu. Orientasinya memang ke limbahnya,” ujarnya, Sabtu(3/5/2025).

Meski tidak menganggap ada tantangan besar, ia menekankan pentingnya inovasi agar produk tetap relevan dan tidak monoton. Sulistiyo juga berharap pemerintah hadir untuk mendampingi dan membina pelaku usaha kecil.

“Harapannya, ke depan makin banyak pelaku usaha yang didampingi pemerintah. Karena pengrajin kayu di kota ini masih sedikit,” ucapnya.

Dari sisi konsumen, faktor kualitas, desain, dan nilai simbolik menjadi pertimbangan penting. Salah satu pelanggan, Muhammad Fauzi Noor, mengatakan bahwa harga dan identitas lokal juga berpengaruh dalam memilih produk.“Misalnya, apakah ada logo RRI atau simbol khas Kalimantan Tengah. Itu juga jadi pertimbangan,” katanya.

Dari pihak pemerintah, pembinaan untuk para pengrajin kayu terus dilakukan. Kepala Bidang Industri DPKUKMP Kota Palangkaraya, Margalis, menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya rutin mengadakan pelatihan bagi pelaku usaha, termasuk pengrajin kayu.

Ia menyebutkan, produk kayu yang dikembangkan cukup beragam, seperti mebel, furniture, ukiran, dan perabot rumah tangga. Pemerintah juga telah menyediakan sentra industri kayu di Jalan Tilung, yang menampung sekitar 40 pelaku usaha.

“Di sana masyarakat bisa memesan kebutuhan rumah tangga, seperti perabot, kitchen set, sampai rumah knockdown dari kayu,” ucapnya.

Dengan potensi yang besar dan dukungan lintas sektor, industri kerajinan kayu dari limbah di Palangka Raya diharapkan terus berkembang. Selain berdampak pada ekonomi lokal, langkah ini juga turut menjaga lingkungan dan memperkuat identitas daerah. (Hali Patul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....