Lomba Besei Kambe Semarakkan FBIM 2026 dan Kenalkan Budaya Dayak

  • 21 Mei 2026 22:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Lomba olahraga tradisional Besei Kambe turut memeriahkan rangkaian Festival Budaya Isen Mulang tahun 2026. Perlombaan berlangsung di area bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya.

Perlombaan khas masyarakat Dayak Ngaju ini menjadi salah satu daya tarik dalam festival budaya tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah karena menampilkan kekompakan dan kekuatan para peserta di atas perahu.

Besei Kambe merupakan olahraga tradisional yang menyerupai tarik tambang, namun dilakukan menggunakan perahu di sungai. Dua regu saling mendayung perahu ke arah berlawanan, dan pemenangnya ditentukan dari regu yang mampu mendayung paling kuat hingga melewati batas yang telah ditentukan panitia.

Peserta lomba dari kontingen Kabupaten Sukamara, Yusuf, mengatakan persiapan fisik menjadi hal utama sebelum mengikuti perlombaan. Selain menjaga stamina, para peserta juga melakukan latihan di lapangan agar lebih siap saat bertanding.

“Pertama kita persiapan fisik. Keduanya kita latihan di lapangan sebelum ke tempat tanding. Itu kan menjaga stamina sampai hari H pertandingan," ucapnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Yusuf menambahkan, secara umum pelaksanaan lomba berjalan baik dan panitia telah memberikan dukungan yang maksimal bagi peserta. Menurutnya, tantangan terbesar saat bertanding hanyalah rasa lelah dan kehabisan tenaga akibat kerasnya persaingan di arena sungai.

Sementara itu, salah seorang penonton, Mira, menilai lomba Besei Kambe sangat penting untuk terus dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak. Ia juga melihat olahraga tradisional tersebut mampu memperkenalkan nilai kebersamaan dan strategi kepada generasi muda.

“Menurut saya, sebagai anak muda, lomba Besei Kambe ini sangat bagus dan patut dilombakan setiap tahunnya, apalagi memasuki Festival Isen Mulang. Karena di Besei Kambe ini sangat mendukung anak muda agar tahu tradisional khas Dayak kita tersendiri,” katanya.

Mira berharap olahraga tradisional seperti Besei Kambe dapat terus dipertahankan agar budaya lokal semakin dikenal, tidak hanya oleh generasi muda Kalimantan Tengah, tetapi juga para wisatawan yang datang menyaksikan Festival Budaya Isen Mulang. (Hesa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....