Film Dawai Anak Sungai Angkat Isu Pernikahan Dini
- 10 Jul 2025 12:03 WIB
- Palangkaraya
Video
KBRN, Palangka Raya: Suasana Jumat malam di Gedung Pameran Taman Budaya Kalimantan Tengah terasa berbeda dari biasanya.
Puluhan anak muda tampak antusias memadati ruangan, bersiap menyaksikan karya lokal yang menggugah hati. Ya, inilah gelaran nonton bareng film pendek Dawai Anak Sungai, karya komunitas film Rocket Hero Kalimantan Tengah. Film pendek ini tayang perdana pada Jumat (4/7/2025) pukul 19.00 WIB.
Film berdurasi singkat ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan realitas masyarakat yakni tentang pernikahan muda dan perceraian dini, fenomena yang kerap terjadi di daerah ini. Ketua komunitas Rocket Hero, Rai Andika Sadewa, menyebut kisah film ini berasal dari pengalaman pribadi dan cerita di sekelilingnya.
“Biasanya kalau cerai, anak itu ikut ibunya. Dia kehilangan banget sosok ayah. Dari situ saya terinspirasi untuk mengangkat cerita keluarga dan bagaimana mereka berfungsi,” ucapnya.
Tak hanya itu, film ini juga menyelipkan isu lingkungan sebagai elemen penting dalam alur cerita. Sebuah kolaborasi tema yang menyentuh dan penuh pesan moral.
Rai pun mendorong anak muda agar tak ragu berkarya, meski dengan peralatan sederhana. “Kalau mau bikin film, ya bikin aja. Jangan tunggu alat canggih. Sekarang HP udah 4K, sound clip-on pun terjangkau. Mulailah dari film pendek, 1 atau 2 menit. Karena film pendek itu bukan soal kesempatan, tapi kebiasaan.”
Salah satu penonton, Riya, mengaku terkesan dengan film ini. Baginya, Dawai Anak Sungai tak hanya menyentuh hati, tapi juga membuka mata. “Pesan yang saya ambil yaitu teruslah mencari kebenaran, walaupun kebenaran itu sering ditutupi.”
Melalui film ini, Rocket Hero berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Tengah yang berani bersuara dan bercerita lewat media visual. Karena dari cerita sederhana, bisa lahir kekuatan besar untuk menyentuh, menggerakkan, dan menginspirasi.