Ombudsman Soroti Layanan Publik saat Karhutla
- 05 Okt 2026 20:06 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pihak Ombudsman Perwakilan Kalimantan Tengah menyebut sepanjang September belum menerima pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Meski demikian, Ombudsman tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah dinas untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan dan dukungan selama kondisi kebencanaan.
Kepala Ombudsman Perwakilan Kalimantan Tengah, Raden Biroum Bernardianto, dalam program Halo RRI menjelaskan Ombudsman Kalteng menerima aduan masyarakat atau berkonsultasi seperti masalah dugaan keterlibatan perusahaan perkebunan yang ditengarai menjadi penyebab kebakaran. Namun, dugaan terkait perilaku masyarakat maupun korporasi merupakan kewenangan aparat penegak hukum, sehingga Ombudsman lebih berfokus pada aspek pelayanan publik.
"Ombudsman menilai pemerintah perlu memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai asas kepatutan dan kelayakan selama kondisi kebencanaan. Koordinasi juga dilakukan bersama dinas kesehatan, pemerintah daerah dan dinas sosial, khususnya terkait jaminan layanan dan dukungan bagi masyarakat terdampak karhutla,” ucapnya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, saat Halo RRI juga mengatakan penanganan karhutla di Kota Palangka Raya hingga kini telah mencapai 740 kejadian, dengan total luas lahan terbakar lebih dari 1.393 hektare. Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh relawan, Satgas Karhutla Kota Palangka Raya, organisasi perangkat daerah serta Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.
"Salah satu penanganan terbaru dilakukan di kawasan Jalan Soekarno, termasuk di sekitar belakang kolam pemancingan. Kebakaran sempat berhasil ditangani hingga sekitar pukul 18.00 WIB, namun kejadian kembali muncul di lokasi lain di sekitar kawasan tersebut sehingga petugas harus melakukan penanganan lanjutan,” ujarnya.
Kondisi karhutla juga berdampak pada kualitas udara yang dapat berubah dengan cepat hingga mencapai kategori berbahaya. Angin yang relatif landai membuat asap dan kabut cenderung bertahan, dengan pergerakan angin yang terpantau dari arah tenggara menuju barat laut sehingga kondisi udara pada pagi hari yang sempat membaik dapat kembali memburuk pada siang hingga sore hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....